PM India Narendra Modi Bakal Tutup Akun, Awal Larangan Medsos?

Selasa, 03 Maret 2020 | 11:00 WIB
Perdana Menteri India Narendra Modi. (Shutterstock)

Kerusuhan di Delhi terjadi ketika sekelompok ultranasionalis Hindu menyerang peserta aksi damai yang menuntut amandemen undang-undang kewarganegaraan.

Puluhan wanita berbicara kepada polisi saat aksi duduk di wilayah terdampak kerusuhan setelah bentrokan terjadi antara warga yang mendukung dan menentang uu kewarganegaraan baru di New Delhi, India, Selasa (25/2/2020). (ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqui/pd/djo)

Kelompok muslim India menyebut UU amandemen kewarganegaraan (CAA) yang disahkan Desember lalu, mendiskriminasi mereka dan bertentangan dengan etos sekuler negara tersebut.

Para perusuh mengamuk, membunuh, dan merusak properti. Pertokoan dijarah dan sebuah masjid di dekat ibu kota India habis dibakar.

Kerusuhan terjadi di Jaffrabad, Maujpur, Babarpur, Chand Bagh, Shiv Vihar, Bhajan Pura, wilayah Yamuna Vihar di timur laut Delhi telah menewaskan sedikitnya 42 orang dan menyebabkan lebih dari 300 lainnya terluka.

Sejumlah besar bangunan dirusak. Massa yang gusar membakar rumah-rumah, toko-toko, kendaraan, pompa bensin dan melempari batu dengan penduduk setempat dan personil polisi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com