Suara.com - Pemeriksaan suhu tubuh di lingkungan Istana Kepresidenan tidak hanya ditujukan kepada tamu, karyawan hingga wartawan yang bertugas di lingkungan Istana Kepresidenan.
Namun, pemeriksaan suhu tubuh juga berlaku kepada para menteri Kabinet Indonesia Maju saat memasuki kawasan Istana Kepresidenan.
Hal tersebut terlihat hari ini, sejumlah menteri yang menyambangi Istana untuk menemui Presiden Jokowi.
Sebelum menemui Jokowi, sejumlah menteri seperti Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar, Menteri PUPR Basuki Hadi, Menkominfo Jhonny G Plate, Menparekraf Wisnutama dan menteri-menteri lainnya.
Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah mengaku dirinya sudah melakukan pemeriksaan kesehatan. Namun setelah dicek kondisinya stabil.
"Iya sempat dicek. Suhu tubuhnya stabil nggak demam," ujar Ida kepada wartawan di Kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2020).
Deputi Bidang Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan semua yang memasuki Istana Kepresidenan tetap akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh termasuk menteri.
"Untuk pejabat dan semua yang akan ke istana, termasuk pegawai juga. Paspampres, temen temen wartawan juga diperiksa kan, menteri juga," ujar Bey di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2020).
Bey Machmudin juga mengatakan pemeriksaan suhu tubuh dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona Istana Kepresidenan.
Baca Juga: Sambangi KBRI Manila, Tim Indonesia Lakukan Pengukuran Suhu Badan, Ada Apa?
Hal tersebut kata Bey sudah diputuskan usai Presiden Jokowi mengumumkan dua WNI yang positif terkena corona.
"Jadi sejak kemarin diputuskan oleh kepala staf presiden dan paspampres mulai hari ini dilakukan pencegahan penyebaran virus korona di istana yaitu dengan menggunakan pengukur suhu tubuh," kata dia.
Tak hanya itu, Bey mengatakan setiap tamu atau karyawan yang boleh masuk Kompleks Istana Kepresidenan yakni dibawah kondisi suhu tubuh dibawah 37,5 derajat celsius.
"Seandainya 37,5 mereka diminta untuk kembali jadi tidak perlu masuk ke Istana," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Warga Bekasi Suspec Virus Corona Meninggal, Wali Kota Minta Warga Periksa
-
Mau Bikin Obat, Profesor Nidom Minta Jokowi Kirim Sampel Virus Corona
-
Diduga Jadi Lokasi Penyebaran Virus Corona, Amigos Resto Ditutup 14 Hari
-
Dinyatakan Membaik, 2 Pasien Corona di RSPI Komunikasi Lewat Video Call
-
Bakal Wajib Cek Suhu Tubuh Sebelum Naik, Begini Respons Penumpang MRT
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas