Suara.com - Beragam dampak ditimbulkan seusai pemerintah secara resmi mengumumkan ada dua WNI domisili Depok, Jawa Barat yang positif mengidap virs Corona alias COVID-19.
Semisal, perburuan masker dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) yang dilakukan masyarakat sejak Senin (2/3/2020) kemarin.
Akibat ditemukannya pasien positif Corona tersebut, sejumlah pengemudi atau driver ojek online (ojol) juga mulai mengeluhkan menurunnya omzet. Penurunan omzet mulai dirasakan sejak pemerintah mengumumkan dua WNI positif Corona.
Salah seorang driver ojol, Adnan mengaku omzetnya menurun. Padahal sebelum ada pengungkapan kasus Corona, omzetnya masih stabil. Ia menilai penurunan penghasilan akibat masyarakat yang memilih beraktivitas keluat.
Imbasnya, pelayanan gojek yang biasanya dipesan pun ikut berkurang seiring sepinya masyarakat yang berpergian pada kemarin.
"Orang malas keluar, di rumah saja. Jadi aktivitasnya jauh berkurang," ujar Adnan ditemui di Stasiun MRT Lebak Bulus, Selasa (3/3/2020).
Cegah Corona saat Bawa Penumpang
Adnan sendiri memang kerap mencari penumpang di bilangan Lebak Bulus hingga Pamulang, Tangerang Selatan. Tak jarang ia juga sampai ke Jakarta Pusat. Namun sejak kemarin, diakui Adnan, penghasilannya mulai turun. Begitu pula dengan jumlah orderan pada hari ini.
"Kemarin itu dapat kisaran Rp 30 ribu. Dari sebelumnya bisa Rp 200 ribu," ujar Adnan.
Baca Juga: Data Pribadi WNI Positif Virus Corona Tersebar ke Publik, Warga Depok Marah
Terkait pencegahan virus Corona, Adnan berujar tidak ada langkah khusus. Adnan hanya memakai masker dan menjaga kesehatan badan.
Ia juga tetap memberikan pelayanan seperti biasa kepada para penumpang.
"Kalau penumpang biasanya sudah pakai masker langsung. Gak ada sih yang minta masker atau gimana-gimana. Tetap sama," kata Adnan.
Sementara itu, Rudi driver ojol lainnya mengaku belum merasakan dampak lamgsung usai ditemukannya dua WNI positif mengidap Corona. Ia berujar bahwa penghasilannya masih seperti biasa.
"Ya biasa, masih normal, belum kenapa-kenapa," ujar Rudi.
Kembali ke Adnan, ia berharap pemerintah dapat menangani penyebaran virus Corona secara baik dan tepat. Terutama dalam hal memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dengan memberikan pernyataan-pernyataan menenangkan dan tidak membuat panik yang disampaikan kepada media.
Berita Terkait
-
Harga Masker Naik karena Corona Covid-19, Dokter Paru Ingatkan Etika Batuk
-
Begini Suasana Rumah Pasien Positif Virus Corona di Depok
-
Warga Bekasi Meninggal karena Virus Corona? Keluarga: Kata Dokter Negatif
-
Data Pribadi WNI Positif Virus Corona Tersebar ke Publik, Warga Depok Marah
-
Viral Pria di Boyolali Bagikan Masker Gratis
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas
-
Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi