Suara.com - Pembela Kebebasan Berekspresi Asia Tenggara (SAFEnet) meminta agar masyarakat tidak menyebarluaskan informasi dan data pribadi pasien virus corona ke publik. Menyebarluaskan data pribadi sama halnya dengan merampas hak pasien virus corona.
Pemerintah Indonesia sendiri telah mengumumkan dua kasus virus corona pertama di Indonesia.
Keduanya merupakan ibu berusia 64 tahun dan anaknya berusia 31 tahun yang merupakan warga Depok, Jawa Barat.
Sesaat setelah pengumuman virus corona di Indonesia disiarkan, media sosial diramaikan dengan tersebarnya identitas lengkap kedua pasien.
Mulai dari nama lengkap, alamat, foto, akun media sosial hingga riwayat kesehatan mereka dapat ditemukan di linimasa.
Melalui akun Twitter @safenetvoice, SAFEnet mengajak masyarakat agar lebih cerdas dalam memilih konten sebelum menyebarluaskannya ke media sosial.
"Jangan diedarkan lagi. Menyebarkan data pribadi yang spesifik, apalagi disertai foto dan alamat rumah, bukan tindakan yang benar," tulisnya seperti dikutip Suara.com, Selasa (3/3/2020).
Penyebarluasan identitas pribadi kedua pasien justru akan menjadikan pasien dan keluarga menjadi korban kepanikan masyarakat.
Hal ini justru menambah beban bagi pasien yang sedang menjalani perawatan di ruang isolasi RSPI Dr Sulianti Saroso, Jakarta.
Baca Juga: Buruh AICE Dipecat Gara-gara Ikut Demo, Surat PHK-nya Viral
"Tolong pahami, bila Anda ikut menyebarkannya, Anda telah merampas hak korban corona untuk fokus menyembuhkan dirinya. Anda malah menambah beban kepada korban akibat tindakan ceroboh Anda," ungkapnya.
Warga Depok Marah
Identitas lengkap kedua pasien membuat warga Depok yang bertetangga dengan pasien marah. Kediaman pasien kini dipenuhi oleh awak media.
Bahkan, kepolisian juga sempat memasang garis polisi di kediaman pasien. Alasannya untuk membatasi agar awak media tak meliput lebih jauh ke kediaman pasien.
Namun, akhirnya garis polisi tersebut dicabut setelah anak pasien memprotesnya.
Tag
Berita Terkait
-
2 WNI Positif Corona, WHO: Kami Tak Terkejut, Bakal Ada Kasus-kasus Baru
-
Data Pribadi WNI Positif Virus Corona Tersebar ke Publik, Warga Depok Marah
-
Para Tetangga Sempat Jenguk Warga Depok yang Positif Corona di RS
-
Warga Depok Kena Corona, Perumahan Studio Alam Disemprot Cairan Disinfektan
-
Ridwan Kamil: Belum Ada Bukti Virus Corona Menyebar di Depok
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno