Suara.com - Juru Bicara untuk Penanganan virus corona (Covid -19) Achmad Yurianto meminta masyarakat untuk tidak mempublikasikan identitas pasien positif virus Corona alias COVID-19.
Achmad mengatakan, peringatan itu diberikan lantaran di negara lain tak memperbolehkan membeberkan identitas pasien yang terjangkit virus mematikan itu.
"Ini yang tolong dipegang, ada rahasia medis tidak boleh mengekspos nama pasien. Bahkan di dunia international tidak pernah ekspos nama rumah sakit," ujar Yurianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2020).
Ia mengatakan kasus 9 orang ABK Kapal Diamond Princess yang positif terkena virus corona tidak pernah dipublikasikan oleh Pemerintah Jepang.
"Kami monitor awak kapal Diamond Princess yang dirawat dengan positif 9. Pemerintah Jepang hanya mengatakan mereka dirawat di kota Shiba dan di pinggiran Tokyo. Bahkan kami nanya namanya pun tidak diberikan," ucap dia.
Selain itu kasus WNI yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Singapura kaya Yurianto juga tidak pernah dipublikasikan identitasnya.
"Sama seperti kasus ART WNI di Singapura kemarin tidak diberikan. Nama ini tidak ada, secara etis nama tidak diberikan, tidak boleh dikeluarkan. Dan itu kami pegang. Berarti kalau bisa keluar, bukan dari kami," ucap Yurianto.
Karena itu, Yurianto menyebut ada sanksi khusus bagi masyarakat yang menyebarkan identitas pasien yang terkena virus corona yang diberikan oleh Kemenkumham dan Kemenkominfo.
"Kementerian Kumham, Kominfo tadi sudah berkoordinasi juga lapor ke Presiden (Jokowi) bahwa akan ada law enforcement terhadap pelanggaran-pelanggaran yang diberikan," katanya.
Baca Juga: Masker untuk Cegah Virus Corona Mulai Langka di Kediri
Berita Terkait
-
Jangan Buat Ketakutan, Ketua DPRD Minta Anies Terbuka Soal Pasien Corona
-
Suruh Kapolri Buru Penimbun Masker, Jokowi: Saya Ingatkan Hati-hati!
-
Seruan Bersatu Lawan Virus Corona, Video Jokowi Minum Jamu Diungkit
-
Masker untuk Cegah Virus Corona Mulai Langka di Kediri
-
Dokter RSA UGM Ungkap Gejala Utama Terjangkit Virus Corona
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!