News / Nasional
Selasa, 03 Maret 2020 | 16:10 WIB
Karyawan pabrik masker di Changyuan, Provinsi Henan, memeriksa hasil pekerjaannya di tengah tingginya permintaan masker di China selama berjangkitnya wabah COVID-19. (ANTARA/HO-ChinaDaily/mii)

Suara.com - Juru Bicara Penanganan virus Corona alias COVID-19, Achmad Yurianto menyebut Kementerian Kesehatan telah menerima sebanyak 155 spesimen dari seluruh rumah sakit di Indonesia.

Achmad menyebutkan, 155 spesimen yang diambil termasuk dari dua warga Depok, Jawa Barat yang dinyatakan positif virus Corona.

"155 spesimen dari 155 orang. 155 ini, dua positif yang sekarang kami rawat," kata Achmad di Gedung Kementerian Kesehatan, Selasa (3/3/2020).

Juru Bicara Penanganan virus Corona alias COVID-19, Achmad Yurianto (kanan). (Suara.com/Welly H).

Dari 155 spesimen itu, kata dia, ada empat orang yang masih perlu diambil ulang DNA-nya. Kebanyakan sampel spesimen yang itu telah dinyatakan negatif terjangkit virus corona.

"Kemudian yang masih perlu kami ulang dengan berbagai metode. Bahkan, kami minta lagi spesimennya, ada sekitar empat (pasien). Jadi dua positif, empat yang perlu kami konfirmasi ulang. Sisanya negatif," ujarnya. 

Menurutnya, 155 spesimen itu didapatkan dari 35 rumah sakit di 23 provinsi.  Pengambilan sampel ratusan spesimen itu mengacu data per Senin (2/3/2020) pukul 18.00 WIB.

Sampel spesimen yang dimaksud Achmad adalah cairan dari pasien suspect virus corona yang diambil tim medis dari tubuh manusia. Cairan itu diambil lewat dinding belakang hidung atau dari mulut.

"Pemeriksaan spesimen itu diambil dari dinding belakang hidung. Jadi teknisnya itu seperti ada cotton bath, tetapi panjang begitu. Dimasukkan ke hidung terus sampai mentok. Dioprek-oprek kemudian diambil. Terus kemudian diambil dari mulut terus sampai ke belakang diusap-usap kemudian diambil," kata dia.

Baca Juga: Viral Curhatan WNI Positif Corona Dilempar Menkes Terawan ke Anak Buah

Load More