Suara.com - Jenis baru virus corona, COVID-19 telah merebak hingga menginfeksi ke penjuru dunia. Virus yang bersumber dari Kota Wuhan, China ini telah menewaskan ribuan orang.
Sejak muncul pada Desember 2019, hingga Rabu (4/3/2020) sudah ada 92.880 orang yang terinfeksi di seluruh dunia. Angka kematian akibat virus mematikan tersebut mencapai 3.168 jiwa, bertambah 49 orang sejak kemarin yang angkanya mencapai 3.119 jiwa.
Penyebarluasan virus yang terbilang cukup cepat membuat dunia berlomba-lomba untuk segera menemukan vaksinnya. Virus tersebut juga mulai memasuki Eropa hingga Afrika.
Otoritas China mengklaim baru saja menemukan obat yang diyakini dapat memerangi COVID-19. Saat ini sedang melakukan permohonan paten untuk obat yang diberinama remdesivir.
Tingkat Kematian Rendah
Meski telah menelan ribuan jiwa dalam waktu cepat, tingkat kematian COVID-19 masih berada di bawah tingkat kematian virus corona lainnya yakni Sars dan Mers.
Tingkat kematian COVID-19 hanya sebesar 2 hingga 3 persen. Angka tersebut terbilang jauh lebih rendah dari SARS dan MERS.
Dialihbahasakan dari Economic Times, SARS atau Severe Acute Respiratory Syndrome yang muncul di selatan China pada 2002. Tercatat ada 8.098 kasus dengan jumlah kematian 774 orang atau sekitar 9,5 persen.
Sementara itu, MERS atau Middle East Respiratory Syndrome yang muncul di Arab Saudi pada 2012 lalu. Tercatat ada 2.494 kasus dengan kematian 858 orang per November 2019 dan tingkat kematian 34 persen.
Baca Juga: Semua Pasien Virus Corona di Negaranya Sembuh, Ini 5 Cara Vietnam
Penyebaran Virus Paling Cepat
Walaupun tingkat kematian COVID-19 jauh lebih rendah dari SARS dan MERS, tetapi penyebaran virus tersebut ternyata lebih cepat dibandingkan dengan keduanya.
Mengutip dari Business Insider, SARS butuh waktu delapan bulan untuk menginfeksi sebayak 8.000 orang. Sementara COVID-19 dapat menginfeksi lebih dari 75.000 orang dalam waktu delapan pekan.
Sementara, MERS membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat menginfeksi sebanyak 2.000 an orang. Virus tersebut banyak ditemukan di negara-negara jazirah Arab.
Sebagian besar ahli menyebutkan masa inkubasi virus corona baru berkisar antara 1 hingga 14 hari. Namun, sebuah studi dari Komisi Kesehatan Nasional China baru-baru ini menyebutkan masa inkubasi COVID-19 mungkin 24 jam.
Sementara itu, masa inkubasi untuk SARS rata-rata selama tujuh hari. Sehingga penyebarannya tidak secepat COVID-19.
Berita Terkait
-
279 Orang di DKI Suspect Corona, 26 Orang Masih Dirawat
-
Warga Depok Positif Corona, Kemenkes Minta Orang yang Kontak Langsung Lapor
-
Berita Palsu Virus Corona Bikin Gaduh, Tagar #LawanHoaxVirusCorona Bergema
-
Stok Masker Kosong, Ganjar Pranowo: Jangan Memancing di Air Keruh!
-
Kocak, Lelaki Ini Gunakan Celana Dalam Segitiga Sebagai Pengganti Masker!
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?