Suara.com - Kabareskrim Polri Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo mengaku telah berkoordinasi dengan Dirjen Bea dan Cukai untuk membatasi dan menahan pengiriman masker dan cairan pencuci tangan atau hand sanitizer ke luar negeri. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk memprioritaskan ketersediaan masker dan hand sanitizer dalam negeri di tengah mencuatnya virus corona.
Listyo mengatakan pihaknya menemukan adanya upaya oknum-oknum tertentu yang hendak menjual masker dan sanitizer ke luar negeri.
"Saya minta rekan-rekan di bea cukai untuk kemudian membatasi dan menahan barang-barang (masker dan sanitizer) yang akan diekspor," kata Listyo usai melakukan sidak masker di kawasan pertokoan Glodok, Jakarta Barat, Kamis (5/3/2020).
Mantan Kadiv Propam Polri itu lantas menjelaskan bahwa penahanan dan pembatasan ekspor masker dan sanitizer diberlakukan hingga situasi dalam negeri dinyatakan normal. Sehingga, kekinian kata dia, masker dan sanitizer yang ada harus diprioritaskan untuk dalam negeri.
"Prioritas yang ada (untuk) di dalam negeri sampai pemantauan terhadap suspect yang ada pengumuman resmi, situasi kita kembali normal," katanya.
Sebelumnya, Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil mengamankan 600 ribu masker di Gudang PT MJP Cargo No 88, Jalan Marsekal Surya Darma, Neglasari, Tangerang. Ratusan ribu masker itu milik seseorang berinisial H dan W yang direncanakan akan dikirim ke Guangzhou, China.
Sementara Human Resource General Affair PT MJP Cargo, Sofia mengungkapkan pihaknya hanyalah merupakan perusahaan cargo biasa seperti umumnya. Sedangkan, H dan W merupakan customernya yang hendak menggunakan jasa pengiriman dari perusahaannya itu.
Sofia lantas mengungkapkan H dan W tidak memiliki keterkaitan dan tercatat telah dua kali mengirim masker ke Guangzhou sebelum Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengumumkan Indonesia positif terjangkit virus Corona pada Senin (2/3) lalu.
Sedangkan, ratusan ribu masker yang kekinian disita oleh polisi merupakan kloter ketiga yang direncanakan akan dikirim oleh H dan W.
Baca Juga: Cegah Corona, WNA Italia, Iran dan Korsel Dilarang Masuk Indonesia
"Udah dua kali kirim ke China, tapi itu jauh sebelum presiden umumkan (dua WNI positif Corona) dan ramai di Indonesia," kata Sofia di Gudang PT MJP Cargo, Tanggerang, Banten, Rabu (4/3/2020).
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi