Suara.com - Mohammad Syahril, Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, mengungkapkan kondisi empat pasien positif virus corona Covid-19 semakin membaik.
Bahkan, petugas medis disebut sempat berkomunikasi dengan pasien lewat sebuah layar monitor.
Menurut Syahril, pada Minggu (8/3) sekitar pukul 12.00 WIB, direksi RSPI SS dan dokter paru sempat menjalin komunikasi dengan keempat pasien positif Covid-19 melalui layar monitor. Syahril mengklaim kondisi mereka semakin membaik.
"Kan ada monitor, ada CCTV, kami bisa telepon dan melihat dengan CCTV kepada pasien 01 maupun satu lagi WNI juga. Mereka sangat akomodatif, bisa menjawab dan happy," kata Syahril di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Senin (9/3/2020).
Syahril juga menyebutkan secara umum kondisi klinis keempat pasien juga semakin membaik. Meski, sesekali masih batuk-batuk.
"Saya kira kalau batuk itu biasa. Kemudian komunikasi baik bisa beraktivitas sehari-hari, bahkan bisa ke kamar mandi dan berpakaian sendiri," katanya.
Untuk diketahui, baru-baru ini pemerintah mengumumkan kembali dua WNI dinyatakan positif terinfeksi virus corona Covid-19, pada Minggu (8/3/2020).
Kedua kasus tersebut membuat jumlah WNI yang terinfeksi virus corona kekinian bertambah menjadi enam orang.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto menyebut, dua WNI tersebut sebagai kasus nomor 5 dan kasus nomor 6.
Baca Juga: RSPI Sulianti Saroso Siapkan 150 Ruang Isolasi Virus Corona
Pasien kasus nomor 5 adalah bagian dari kluster Jakarta, yang terhubung dengan kasus pasien nomor 1 dan nomor 2.
Sementara kasus 6 yang menginfeksi laki-laki berusia 36, berbeda dengan kasus sebelumnya.
Ia merupakan pekerja atau anak buah Kapal Diamond Princess yang sebelumnya telah menjalani pemeriksaan seusai dievakuasi dari Yokohama, Jepang.
Berita Terkait
-
RSPI Sulianti Saroso Siapkan 150 Ruang Isolasi Virus Corona
-
Terima 606 Laporan, RSPI SS Pantau Orang Diduga Tertular Corona Covid-19
-
Satu WNI di Australia Positif Virus Corona, Diduga Terkena di Restoran
-
Tim Surveillance Kemenkes Telisik Jejak Pasien Suspect Corona di RS Swasta
-
Pasien Baru Suspect Corona di RSPI SS Gabung Grup Klub Dansa di Jakarta
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
Terkini
-
Wamensos Agus Jabo Dorong Peran Aktif Pemda Perbarui Data DTSEN
-
Mahfud MD Tercengang Adies Kadir Tiba-tiba Muncul Jadi Calon Hakim MK: Tapi Itu Tak Melanggar Hukum
-
Kemensos Perkuat Sekolah Rakyat Lewat Sinkronisasi Data 66 Titik ke Dapodik
-
Diselundupkan Lewat Koper, 85.750 Benih Lobster Ilegal Digagalkan di Bandara Soetta
-
Wamen Stella Christie: Indonesia Punya Kesempatan Pimpin Pendidikan Dunia
-
Namanya Masuk Radar Bos OJK, Misbakhun Ogah Berandai-andai
-
Syahganda Nainggolan: Langkah Prabowo di Board of Peace Bentuk Realisme Politik
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Terduga Pelaku Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya Diamankan Polisi