Suara.com - Satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19 di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara sudah dipulangkan. Pasien berjenis kelamin laki-laki itu dipulangkan setelah dinyatakan negatif Covid-19 berdasar hasil uji swab tenggorokan selama dua kali.
Direktur Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSPI Sulianti Saroso, dr. Dyani Kusumowardhani menyampaikan kekinian tersisa sembilan pasien yang dirawat dalam ruang isolasi. Empat diantaranya pasien berstatus positif Covid-19 dan lima berstatus pasien dalam pengawasan.
"Pasien yang dirawat satu sudah pulang tadi malam dan saat in tidak ada pasien baru lagi, sehingga total pasien yang dirawat ada sembilan orang," kata Dyani di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (10/3/2020).
Dyani menuturkan pasien tersebut sebelumnya sempat menjalin perawatan di ruang isolasi selama sepekan. Pasien yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) itu sempat berstatus pasien dalam pengawasan Covid-19 karena diketahui memiliki riwayat kontak dengan pasien 01 dan 02 di sebuah klub dansa.
"Punya riwayat kontak dengan kasus 01," katanya.
Sebagaimana diketahui, kekinian terdapat enam pasien berstatus positif Covid-19 yang dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso. Jumlah tersebut bertambah dua dari sebelumnya.
Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso dr. Mohammad Syahril menyampaikan dua pasien berstatus positif Covid-19 itu merupakan bagian dari 13 orang yang diumumkan oleh pemerintah pada Senin (9/3) sore kemarin.
Adapun, Syahril menyebut kedua pasien baru berstatus positif Covid-19 itu merupakan warga negara asing atau WNA, yakni laki-laki berusia 29 tahun dan perempuan berusia 54 tahun. Keduanya, sebelumnya dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso dengan setatus pasien dalam pengawasan Covid-19.
"Dua orang baru (positif Covid-19) orang baru ini WNA," kata Syahril Senin (9/3) kemarin.
Baca Juga: Pemprov DKI Diminta Terbuka Soal Data Emisi Industri dan Pembangkit Listrik
Berita Terkait
-
Beri Ejekan Rasis Soal Virus Corona, Petarung UFC Babak Belur
-
Virus Corona Covid-19 Makin Merajalela, Ancaman Pandemi Semakin Nyata
-
Pasien Positif Corona di Indonesia Bertambah
-
Perang Melawan Corona, WHO Terima Sumbangan Hampir Rp 4,2 Triliun
-
Dokter Sekaligus Binaragawati Wanita di China Ikut Lawan Virus Corona
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Politik Luar Negeri Versi Prabowo: Tak Ikut Blok Mana Pun, Harus Siap Hadapi Dunia Sendiri
-
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja Naik Penyidikan, Status Hukum Pandji Tunggu Gelar Perkara
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook