Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan seleksi untuk mengisi jabatan strategis pada posisi Deputi Penindakan KPK yang hingga kini masih kosong.
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut sudah ada 11 orang dari institusi penegak hukum yang mendaftarkan diri. Sebelas orang tersebut terdiri dari tujuh orang dari institusi Polri dan sisanya dari Kejaksaan Agung.
"Ada 11 orang peserta dari instansi kepolisian dan kejaksaan. Dan tentu itu nantinya akan terus berlanjut rangkaian tes tersebut sehingga nanti, harapannya ke depan akan dihasilkan," kata Ali di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020) malam.
Selain Deputi Penindakan, jabatan strategis yang masih kosong antara lain Deputi Informasi dan Data, Direktur Penyelidikan, serta Kepala Biro Hukum.
"Ya, itu nanti di bulan April, mudah-mudahan nanti di bulan April sudah ada diperoleh minimal empat jabatan tadi."
Untuk diketahui, Ketua KPK Firli Bahuri hingga saat ini belum menempatkan orang pada jabatan strategis. Padahal, pimpinan KPK yang berada di bawah kepemimpinan Firli Bahuri sudah dilantik sejak 20 Desember 2019 lalu.
Adapun enam jabatan strategis yang masih kosong tersebut meliputi, Kepala Biro Hukum, Direktur Penyelidikan, Deputi Penindakan, Direktur Pengaduan Masyarakat, Direktur Pengelolaan Informasi dan Data (INDA), dan Deputi INDA.
Meski begitu, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menyatakan, KPK lebih memprioritaskan empat jabatan yang kosong terlebih dahulu untuk diisi. Jabatan tersebut antara lain Deputi Penindakan, Deputi Informasi dan Data, Direktur Penyelidikan dan Kepala Biro Hukum.
"Tapi itu yang agak dikebut, karena faktor kebutuhan organisasi yang mendesak, ada empat jabatan ini," ujarnya.
Baca Juga: Posisi Deputi Penindakan KPK Kosong, Bakal Diisi Polri atau Kejagung?
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bahaya Laten Self-Diagnosis: Saat Gangguan Mental Berubah Jadi Tren Estetika di Media Sosial
-
Enam Penghargaan untuk BRI Group, Bukti Kinerja dan Transformasi Berkelanjutan
-
Menjelajahi Kedalaman Luka dan Nostalgia dalam The Grand Budapest Hotel
-
Tak Sekadar Batasi Konten, Instagram Mulai Beri Peringatan Saat Remaja Cari Istilah Berbahaya
-
Profil Komjen Syahardiantono, Kabareskrim 'Pembersih' Polri yang Disorot DPR Usai Absen RDPU
-
BRI Sabet Enam Penghargaan, Tegaskan Daya Saing di Tingkat Global
-
Skandal Korupsi MBG Merembet ke NTB, Kejagung Periksa Sejumlah Saksi
-
Dicibir karena Animasi Jelek, Niu Lai Jadi Box Office Saingi The Odyssey
-
BRI Perkuat Transformasi Digital Bisnis lewat Tampilan Baru Qlola New Skin
-
Atta Rumnan Gandeng Aldi Taher untuk Gebrakan Musik di 3 Negara