Suara.com - Kebijakan semi lockdown yang dilakukan Pemerintah Kota Solo berdampak ke 97.000 siswa SD dan SMP. Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengumumkan semua sekolah jenjang SD dan SMP termasuk madrasah di Solo libur selama 14 hari mulai Senin (16/3/2020).
Kebijakan sekolah di Solo libur selama 14 hari itu terkait upaya pencegahan penyebaran virus corona menyusul meninggalnya satu pasien positif di RSUD dr. Moewardi, Rabu (11/3/2020) lalu.
Wali Kota Solo mengatakan, kebijakan ini bisa diperpanjang menyesuaikan dengan perkembangan situasi.
"Untuk jenjang SMA tetap masuk karena sedang ada ujian," kata Rudy, sapaan akrab Wali Kota, kepada wartawan, Jumat (13/3/2020) kemarin.
Berdasarkan data yang terhimpun, jumlah siswa SD di Kota Solo sekitar 61.000 siswa. Mereka menempuh pendidikan di 247 SD. Kemudian ada 9 madrasah ibtidaiah yang memiliki sekitar 2.400 siswa.
Di tingkat SMP, ada 75 sekolah yang digunakan sekitar 30.000 siswa untuk belajar. Kemudian ada 8 madrasah tsanawiyah yang memiliki 3.200 siswa.
Dengan diberlakukannya semi lockdown, menjadikan sekolah mewacanakan untuk membuat kelas online agar kegiatan belajar mengajar tetap bergulir selama libur 14 hari.
Kepala SMPN 1 Solo, Sutarmo mengatakan, pengelola sekolah tetap mengikuti kebijakan Pemkot sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.
“Kami tetap mengikuti petunjuk pimpinan. Keselamatan jiwa orang yang lebih diutamakan,” kata Sutarmo, Jumat (13/3/2020) malam.
Baca Juga: Kampung Halaman Presiden Jokowi Lockdown, Codot di Pasar Depok Dimusnahkan
Sutarmo yang juga ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Solo mengatakan, kegiatan belajar mengajar diupayakan tetap bergulir selama dua pekan sekolah diliburkan. Hanya, kegiatan itu dilakukan tanpa bertatap muka langsung.
Selain meliburkan sekolah, Solo semi lockdown juga menjadikan sejumlah agenda kegiatan ditunda. Agenda itu di antaranya Solo Culinary Festival, Solo 24 Jam Menari, Pocari Run, Musrenbang, pertunjukan wayang orang tiap Sabtu, car free day, dan lomba kelurahan.
“Mau dikatakan Solo lockdown boleh kalau saya melakukan juga salah, tidak juga saya salah. Mending saya disalahkan orang waras daripada disalahkan orang sakit. Orang waras menyalahkan dengan adanya lockdown dan sebagainya apa istilahnya akan berkurang pendapatannya. Mending dicibir oleh mereka yang waras daripada dicibir oleh mereka-mereka yang sakit corona,” tegas dia.
Sebelumnya berita ini dimuat Solopos.com jaringan Suara.com dengan judul "Solo Semi Lockdown Akibat Virus Corona, 97.000 Siswa Ikut Terdampak"
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
Tiga WNI Hilang, Satu Alami Luka Bakar di Selat Hormuz
-
Langit Yerusalem Membara Dihujani Rudal Klaster Iran, Ledakan Keras Guncang Israel
-
Ongkos Mental Debat K-pop: Keretakan Fans Korea dan Asia Tenggara
-
Konflik AS-Iran Memanas: Bagaimana Nasib Iran di Piala Dunia 2026?
-
Iran Sebut Tangkap Tentara AS, Washington Membantah
-
Negara Teluk "Hujan" Rudal, Mengapa Presiden Iran Minta Maaf Lalu Serang Lagi?
-
TNI Siaga 1 Hadapi Dampak Perang Iran, Simak 7 Perintah Panglima Jenderal Agus Subiyanto
-
Possum & Glider Papua 'Bangkit dari Kepunahan' Setelah 6.000 Tahun
-
Banjir Jakarta Meluas: Cek Daftar 17 Rute Transjakarta yang Dialihkan dan Berhenti Operasi Hari Ini
-
Menakar Ketahanan Energi RI: Stok BBM 20 Hari Jadi Sorotan Tajam