"Tetap di rumah ... Berbelanja untuk tahun baru itu seperti bunuh diri akhir-akhir ini," kata seorang pejabat kementerian kesehatan melalui televisi pemerintah, yang mengatakan jutaan orang Iran bisa mati karena virus itu jika orang bepergian untuk liburan tahun baru.
Ibadah salat Jumat telah dibatalkan di seluruh negeri, katanya, dan situs-situs suci Muslim serta tempat-tempat suci di Masyhad dan Qom telah ditutup.
Polisi membubarkan sekelompok demonstran garis keras yang berkumpul pada Senin malam di Kuil Imam Reza di Mashhad dan Kuil Masumeh di Qom untuk memprotes penutupan mereka, menurut media pemerintah. Dua pengunjuk rasa telah ditangkap.
Para pejabat menyalahkan sanksi AS, yang diberlakukan kembali pada Teheran sejak Washington mundur dari perjanjian nuklir Iran 2015 dengan enam kekuatan dunia. Menurut Teheran, sanksi itu menghambat perjuangan Teheran melawan virus corona.
Teheran telah mendesak negara-negara lain untuk mendukung seruannya untuk mencabut sanksi AS karena pandemi virus corona.
"Sanksi AS yang melanggar hukum menguras sumber daya ekonomi Iran, mengganggu kemampuan untuk melawan #COVID19," Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mencuit pada Selasa.
Tetapi sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan Washington tidak mungkin meringankan sanksi.
Pekan lalu, Iran mengatakan telah meminta dana darurat sebesar $ 5 miliar untuk memerangi wabah tersebut dari Dana Moneter Internasional. Untuk mengurangi tekanan ekonomi terhadap warga Iran, pemerintah telah memerintahkan penundaan pembayaran pajak bisnis dan pinjaman hingga Mei.
Sekitar 3 juta keluarga berpenghasilan rendah tanpa pekerjaan permanen juga akan menerima bantuan tunai hingga enam juta real (sekitar $ 400) yang diberikan dalam empat tahap.
Baca Juga: Tarian Menghadapi Kematian, Kisah Tenaga Medis Iran Menangani Corona
Sumber: Antara/Reuters
Tag
Berita Terkait
-
Polisi Periksa Pembuat Hoaks Virus Corona Menjangkiti Warga Blitar
-
Lawan COVID-19, Pemprov Banten Luncurkan Situs Infocorona
-
Lawan Virus Corona, Klub AS Roma Sumbangkan Peralatan Kesehatan
-
Dinyatakan Positif Virus Corona, Bek Valencia: Saya Pikir Itu Lelucon
-
Gubernur Jatim Pastikan 6 Orang Positif Corona Asal Surabaya
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'
-
Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng
-
Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh
-
Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter
-
Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng
-
Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana
-
Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur
-
'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'
-
Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi
-
Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!