Suara.com - Singapura melarang semua pendatang asing masuk atau transit mulai besok Senin (23/03/2020) dari pukul 23.59. Kebijakan tersebut dipilih untuk mencegah peningkatan kasus virus corona 'diimpor' masuk Singapura.
Larangan pengunjung jangka pendek masuk Singapura tersebut disampaikan Ministry of Health Singapore (MOH) atau Kementerian Kesehatan Singapura.
Dalam keterangannya, kebijakan ini diambil agar pemerintah bisa lebih fokus menangani dan melindungi Warga Negara Singapura.
Sementara untuk pemegang izin kerja beserta tanggungannya akan diizinkan kembali ke Singapura hanya jika mereka bekerja di sektor pelayanan yang vital, seperti di sektor kesehatan dan sektor transportasi.
Kebijakan ini diambil satu hari setelah dua pasien dinyatakan meninggal karena COVID-19 yang diperparah dengan komplikasi penyakit. Dua pasien tersebut adalah perempuan Warga Negara (WN) Singapura berusia 75 tahun dan laki-laki WN Indonesia berusia 64 tahun.
Singapura Umumkan Kematian 2 Pasien Akibat Corona, 1 WNI
Pemerintah Singapura mengumumkan kasus kematian pertama akibat virus corona di negaranya. Ada dua orang pasien meninggal akibat virus terebut, satu orang diantaranya merupakan seorang WNI.
Dialihbahasakan Bloomberg, Sabtu (21/3/2020), kedua pasien corona merupakan seorang wanita warga Singapura berusia 75 tahun dan seorang WNI pria berusia 64 tahun.
Kementerian Kesehatan SIngapura menyampaikan bahwa pasien wanita memiliki riwayat penyakit jantung kronis dan hipertensi. Ia dirawat di ruang isolasi selama 26 hari.
Baca Juga: Singapura Kerahkan Detektif Lacak Penyebaran Virus Corona
Sementara, pasien WNI tiba di Singapura pada 13 Maret 2020. Ia dirawat selama sembilan hari.
Sebelum tiba di Singapura, pria itu tellah dirawat di Indonesia dengan diagnosa penyakit pneumonia. Selain itu, ia memiliki riwayat penyakit jantung.
Dari data Worldometer, jumlah pasien positif corona di Singapura per Sabtu mencapai 385 orang. Sebanyak 131 orng telah dinyatakan sembuh.
Sementara itu, kasus corona di Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan. Per Jumat sore, kasus positif corona di Indonesia mencapai 369 kasus.
Tercatat ada 32 orang meninggal akibat virus itu dan 17 orang dinyatakan telah sembuh dari infeksi corona.
Berita Terkait
-
Dari Langit Dunia ke Nusantara: Jaringan Singapore Airlines yang Bikin Indonesia Makin Terhubung
-
Dolar Singapura (SGD) Cetak Rekor Kurs Tertinggi, Apa Kabar Rupiah?
-
Piala AFF 2026: Jamu Timnas Indonesia di Stadion Jalan Besar, Kapten Singapura Kirim Ancaman
-
Pemuda Indonesia-Singapura Kolaborasi Jaga Stabilitas Multikulturalisme Kawasan
-
Laga Timnas Indonesia Vs Singapura di Piala AFF 2026 Bakal Istimewa, Kenapa?
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
Siswa SD yang Bunuh Diri di NTT Diduga Sempat Dimintai Uang Sekolah, Komisi X DPR: Pelanggaran Hukum
-
Warga Keluhkan TransJakarta Sering Telat, Pramono Anung Targetkan 10 Ribu Armada di 2029
-
Tragis! 5 Fakta Kasus KDRT Suami Bakar Istri di Padang Lawas Utara, Korban Disiram 1,5 Liter Bensin
-
Wali Kota Semarang Dorong UMKM Lokal Naik Kelas Lewat Produk Craft
-
6 Fakta Penemuan Ribuan Potongan Uang di Bekasi: Dari Lahan Milik Warga hingga Penelusuran BI
-
Respons Cepat Kemensos, Bantuan dan Dapur Umum Disiapkan untuk Korban Bencana di Tegal
-
Untar Hormati Keputusan Keluarga Lexi Valleno Havlenda, Tegaskan Komitmen Penyelesaian
-
Polisi Ungkap Pola Pelaku Tawuran di Jakarta: Saling Tantang di Medsos hingga Konsumsi Obat Keras
-
Fakta Baru! Siswa SMP Pelaku Molotov di Kalbar Satu Komunitas dengan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta
-
Berkaca dari Ledakan SMAN 72 dan Molotov Kalbar, Pengamat: Monster Sesungguhnya Bukan Siswa