Suara.com - Pemerintah Singapura bertindak lebih cepat dari mayoritas negara yang terjangkit corona.
Pada masa awal virus corona di Singapura, mereka telah menyiapkan segerombolan detektif yang ditugaskan untuk membantu pemerintah dalam melacak penyebaran kasus.
Hasilnya, pemerintah Singapura berhasil menemukan awal mula penularan virus di negara tersebut.
Mengutip dari BBC News Singapura -- jaringan Suara.com, kasus pertama di Singapura ditemukan di sebuah toko obat herbal bernama Yong Thai Hang.
Kasus ini bermula saat 20 orang wisatawan dari kota Guangxi, China, tiba di Negeri Singa untuk merayakan Imlek.
Dalam kunjungan itu, mereka sempat pelesir ke toko obat Yong Thai Hang yang memang terkenal di kalangan turis China. Toko ini menjual minyak buaya dan produk-produk herbal lain.
Setelah menjajal produk-produk herbal di sana, kelompok turis itu pulang ke negara asal. Namun, ternyata mereka telah meninggalkan sesuatu. Sebuah virus.
Pada masa awal kedatangan virus corona di Singapura, pasien yang positif terjangkit virus adalah orang-orang yang berasal dari Tiongkok.
Namun, pada tanggal 4 Februari 2020, pemerintah Singapura melaporkan bahwa virus sudah menyebar hingga ke masyarakat setempat dan itu semua berawal dari sebuah toko obat kecil bernama Yong Thai Hang.
Baca Juga: Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Negatif Virus Corona Covid-19
Pemandu wisata lokal yang membawa 20 turis asal Guangxi itu positif terinfeksi virus sementara penjaga toko, suaminya, bayinya yang berusia enam bulan, dan Asisten Rumah Tangga (ART) yang berasal dari Indonesia juga positif terjangkit virus. Total ada sembilan orang yang terinfeksi usai adanya kunjungan tersebut.
Dilacak oleh Detektif
Hingga saat ini, per 16 Maret 2020, total pasien yang positif terjangkit virus corona di Singapura berjumlah 243 orang. Dari jumlah ini, tak ada satupun yang meninggal dunia.
Keberhasilan pemerintah dalam menekan angka kematian dan lonjakan kasus ini merupakan andil dari para detektif. Dari total kasus yang tercatat hingga saat ini, sekitar 40% kasus-kasus awal berhasil ditemukan oleh Kementerian Kesehatan Singapura yang berinisiatif memberi tahu warga Singapura bahwa mereka perlu dites dan diisolasi.
Jadi, tidak seperti kasus pertama di Indonesia dimana pasien yang berinisiatif memeriksakan diri ke Rumah Sakit, di Singapura, pemerintah telah lebih dulu menjemput pasien yang diduga kuat terjangkit virus corona. Penasaran bagaimana caranya?
Cara Detektif Melacak Kontak
Berita Terkait
-
Waspada Gejala Superflu di Indonesia, Benarkah Lebih Berbahaya dari COVID-19?
-
Ariana Grande Idap Salah Satu Virus Mematikan, Mendadak Batal Hadiri Acara
-
Kasus TBC di Jakarta Capai 49 Ribu, Wamenkes: Kematian Akibat TBC Lebih Tinggi dari Covid-19
-
Anggaran Daerah Dipotong, Menteri Tito Minta Pemda Tiru Jurus Sukses Sultan HB X di Era Covid
-
Korupsi Wastafel, Anggota DPRK Aceh Besar jadi Tersangka usai Polisi Dapat 'Restu' Muzakir Manaf
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja Naik Penyidikan, Status Hukum Pandji Tunggu Gelar Perkara
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender