Suara.com - Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis menjelaskan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait penanganan jenazah yang terinfeksi virus corona. Ia menegaskan penanganan jenazah harus mengikuti SOP dari tim medis.
Hal itu disampaikan oleh Cholil Nafis melalui akun Instagram miliknya @cholilnafis. Ia mejelaskan untuk penanganan jenazah yang terpapar corona harus berhati-hati.
"Karena penyakit menular dan tentu membahayakan kita, maka harus memalui proses sebagaimana aturan medis yaitu kita harus berhati-hati," kata Cholil Nafis seperti dikutip Suara.com, Selasa (24/3/2020).
Bila kondisi jenazah memungkinkan untuk dimandikan, maka jenazah bisa dimandikan dengan cara menyiram air ke seluruh tubuhnya. Penyiraman dilakukan setelah memastikan jenazah bersih dari najis.
Bila kondisi jenazah tidak memungkinkan untuk dimandikan dengan air, bisa dilakukan tayamum.
Setelah itu, jenazah bisa dikafani dan disalatkan sebelum dikubur ke tempat peristirahatan terakhir. Salat jenazah bisa dilakukan di masjid, musala, rumah sakit maupun di pemakaman sebelum dikuburkan.
Jenazah tidak boleh disolatkan sesudah dikuburkan. Hal itu masuk dalam kategori haram hukumnya.
"Lalu dikubur oleh orang yang mengerti sesuai prosedur medis," ungkapnya.
Cholil Nafis menjelaskan, prosesi tersebut sudah sesuai dengan ajaran Islam. Sehingga, tidak perlu khawatir tidak memenuhi syariat Islam.
Baca Juga: Ibu-ibu Akting Linglung saat Curi Kotak Amal, Bicara Melantur Usai Dicokok
Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.
Berita Terkait
-
Beredar Perawat Terusir karena Tangani Corona, Pemerintah: Apa Manusiawi?
-
Gubernur Anies Terima Bantuan 100.000 Alat Tes Corona dan 50.000 Masker
-
DPR Dapat Prioritas Rapid Test Corona, YLBHI: Ini Semacam Korupsi
-
Bamsoet Minta Dewan Contoh Masyarakat Sisihkan Gaji untuk Penanganan Corona
-
Jokowi Tak Mau Lockdown Corona: Setiap Negara Punya Karakter Berbeda
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
PDIP Kritik Pengelolaan Mudik 2026, Sebut Indonesia Masih Tertinggal dari China
-
Mudik Lebaran 2026, KAI Sebut 300 Ribu Tiket Kereta Masih Tersedia
-
Bareskrim Bongkar Peredaran 14 Ton Daging Domba Australia Kedaluwarsa di Jakarta-Tangerang
-
Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!
-
Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi
-
Momen Anwar Usman Bacakan Putusan MK Terakhir, Sampaikan Permohonan Maaf dan Pamit Jelang Pensiun
-
Rapper Bobby Vylan Teriakan Kematian untuk Tentara Israel di London, Komunitas Yahudi Ketar-ketir
-
Ledakan Dahsyat di UEA! Rudal Iran Hancurkan Gudang Peluru AS di Al Dhafra
-
Brutal! Rudal Israel Serang Gaza: 13 Orang Tewas, Termasuk Anak-anak dan Ibu Hamil
-
Di Balik Ramainya Mudik Lebaran, Ada Porter yang Hanya Bisa Pulang Sehari