Suara.com - Komisi Kesehatan Nasional China kembali melaporkan 78 kasus infeksi virus corona baru Covid-19 di Provinsi Hubei.
Kasus tersebut merupakan kasus pertama setelah sepekan tidak ditemukan kasus baru di wilayah tersebut.
Dialihbahasakan dari CNN, Selasa (23/3/2020), dilaporkan ada 78 kasus dari seluruh penjuru negeri pada Senin (23/3/2020).
Dari total kasus baru tersebut, 74 kasus di antaranya merupakan kasus impor dari luar negeri.
Penambahan kasus tersebut membuat jumlah infeksi virus corona di Negeri Tirai Bambu mencapai 81.171 kasus yang telah dikonfirmasi.
Dari jumlah ini, ada 73.159 pasien telah sembuh dan telah dipulangkan dari rumah sakit, menurut NHC.
Tak hanya itu, China juga melaporkan ada tujuh kasus kematian baru akibat virus tersebut.
Dengan demikina, total kematian akibat virus corona Covid-19 di China mencapai 3.227 kasus.
Provinsi Hubei sebagai pusat penyebaran virus corona menjadi wilayah dengan tingkat kematian terparah. Tercatat ada 3.160 kematian akibat virus corona di wilayah tersebut.
Baca Juga: Jokowi: Pemerintah Sudah Berhitung Skenario Terburuk Dampak Corona
Dalam beberapa pekan terakhir, angka infeksi corona dari kasus lokal terus mengalmi penelusuran. Namun, angka infeksi akibat kasus impor justru mengalami peningkatan.
Hingga saat ini, dilaporkan jumlah kasus infeksi corona impor menjadi 427 kasus.
Gelombang Kedua
China mulai dihadapkan dengan potensi gelombang kedua kasus infeksi virus corona. Sebab, angka kasus impor terus mengalami peningkatan.
Kembalinya warga ke China dari luar negeri dikhawatirkan membawa virus corona. Gelombang kedua penyebaran virus corona dikhawatirkan akan menyerang China.
Beberapa kota di China telah menetapkan aturan ketat untuk pendatang baru dari luar negeri.
Berita Terkait
-
UN Ditiadakan, DPR-Kemendikbud Timbang Kelulusan Siswa dari Nilai Raport
-
Biozek Rapid Test COVID-19, Alat Uji Cepat Corona, Akurat dan Terjangkau
-
Diminta Jusuf Kalla, Pemprov DKI Bangun Rumah Sakit Darurat di Markas PMI
-
Pemeriksaan Corona Hasil Patungan, DPR Bakal Sumbangkan Sisa Rapid Test
-
Di Tengah Pandemi Virus Corona, NASA Tetap Luncurkan Penjelajah Baru Mars
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?
-
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
-
MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi
-
Jejak Berdarah Pembunuh Sadis Rumania Berakhir di Bali, Diciduk Tim Gabungan di Kerobokan