Suara.com - Pengawal pribadi Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah membeberkan konsep berbagi menurut teori matematika ala Menteri Pertahanan Indonesia tersebut.
Rizky menceritakan, teori matematika ini pernah disampaikan Prabowo ketika berdiskusi di meja makan di Hambalang.
"Sepanjang hidup saya, saya selalu berusaha memegang sebuah prinsip 'menjadi manusia yang memberi banyak manfaat bagi sesama, dalam berbagi pun itu ada matematikanya," kata Prabowo seperti yang dikutip Rizky dalam unggahan Instagram-nya (26/3/2020).
Menteri Pertahanan itu pun menjelaskan dengan menggunakan analogi apel.
"Jika kita memiliki 2 apel, bagikan 1 apel kepada yang lain. Jika kita memiliki 3 apel, bagikan 2 kepada yang lain. Dan jika kita memiliki 5 apel, sisakan 1 apel untuk dirimu,” tulis Rizky mengulang penjelasan Prabowo.
Rizky mengaku nasihat itu lah yang masih ia pegang hingga saat ini dalam prinsip berbagi.
Asisten pribadi Prabowo Subianto ini kemudian mengaitkan prinsip berbagi tersebut pada kondisi saat ini.
"Teman-teman dan sahabat, di tengah kondisi negara yang saat ini tengah dilanda wabah Corona, jika dapat membantu dalam bentuk fisik (APD, masker, glove, etc) atau dalam bentuk donasi, maka mari kita berbagi," tulis Rizky.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap berdoa dan menjaga kesehatan di tengah wabah ini.
Baca Juga: Kemristek dan Lembaga Eijkman Pimpin Pembuatan Vaksin Covid-19 di Indonesia
"Tapi, jika teman-teman dan sahabat tidak dapat membantu karena dengan keterbatasan yg kita miliki, maka doakan dan please Stay at home and wash your hand," lanjutnya.
Kekinian, masyarakat Indonesia mulai menggalang dana dan mengumpulkan bantuan untuk tenaga medis yang digelar secara swadaya.
Penggalangan ini dilakukan seiring dengan menipisnya kebutuhan perlengkapan dan alat pelindung diri yang biasa digunakan oleh para petugas medis dalam merawat pasien corona yang kian bertambah.
Berita Terkait
-
Influencer Amerika yang Ikut Tantangan Jilat Toilet Positif Covid-19
-
5 Pesan dr. Tirta Tentang Wabah Corona yang Bisa Kamu Lakukan
-
CEK FAKTA: Benarkah Prabowo Beli APD dari China Pakai Uang Pribadi?
-
Ulang Tahun saat Lockdown COVID-19, Lelaki Britania Raya Ini Takjub
-
Hari Raya Nyepi, Sepi Tanpa Ogoh-ogoh
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
-
Sopir Calya Ugal-ugalan Disebut Bersih Zat Adiktif, Polisi Temukan Senpi Mainan, Golok, hingga Badik
-
Respon Keras Menteri PPPA soal Orang Tua Jual Bayi di Medsos: Anak Bukan Komoditas!
-
Kaitan BoP dan Kebijakan Tarif AS: Strategi Pragmatis Presiden Prabowo di Tengah Tekanan Ekonomi
-
Palu dan Amarah Terpendam: Remaja 16 Tahun di Kelapa Gading Habisi Kakak Kandung Gegara Hal Sepele
-
Mahasiswa Serang Mahasisiwi di Pekanbaru Diduga Karena Obsesi, Ini Sosok Terduga Pelaku
-
Gus Ipul: Guru Sekolah Rakyat Harus Profesional, SKP Jadi Kompas Perubahan Siswa
-
KPK Periksa 14 Saksi Terkait Kasus Pemerasan Jabatan Perangkat Desa di Pati
-
Peringatan Keras PDIP Soal Perjanjian Tarif AS: Hati-hati, Jangan Ulangi Sejarah Freeport!
-
6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar