Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengimbau penghentian aktivitas perkantoran untuk sementara waktu, setelah wabah Virus Corona merebak di ibu kota. Imbauan tersebut nampaknya telah dilakukan banyak perusahaan dengan merumahkan karyawannya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Andri Yansah mengatakan sampai saat ini, ada 1 juta lebih karyawan yang telah dirumahkan. Mereka diminta untuk bekerja dari rumah.
"Jumlah pelaporan perusahaan yang telah melakukan langkah-langkah pencegahan Covid-19 sampai 31 Maret 2020 ini ada 1.026.518 tenaga kerja," ujar Andri saat dihubungi pada Selasa (31/3/2020).
Ia menjelaskan ada 2.612 perusahaan yang mengikuti imbauannya. Meski begitu, ia meminta mereka bukan hanya tidak ke kantor, tapi juga tidak melakukan aktivitas lainnya di luar rumah.
"Tetap semangat lawan Covid-19 dengan physical distancing dan tetap bekerja dari rumah," jelasnya.
Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang masa tanggap darurat Virus Corona COVID-19 di Jakarta hingga 19 April 2020 mendatang.
Anies menyebut sebelumnya status tanggap darurat untuk wilayah Jakarta khususnya itu berlaku sampai 5 April 2020.
Terkait perpanjangan status itu, Anies menyerukan agar seluruh warga DKI tetap berada di rumah.
"Status tanggap Darurat di Jakarta akan kita perpanjang yang semula sampai dengan tanggal 5 April, maka diperpanjang sampai dengan 19 April. Itu artinya kegiatan bekerja dari rumah untuk jajaran Pemerintahan, Polda dan Kodam yang terkait sipil itu akan juga terus bekerja di rumah," kata Anies di Gedung Balai Kota, Jakarta Selatan pada Sabtu (28/3/2020).
Baca Juga: Kemenpan RB Perpanjang Masa Work From Home ASN Hingga 21 April 2020
Berita Terkait
-
Kemenpan RB Perpanjang Masa Work From Home ASN Hingga 21 April 2020
-
Wabah Corona, Work From Home dan Jakarta Sepi
-
Corona Menghantam Perekonomian DKI Jakarta, Ditambah WFH Makin Nyungseb
-
KPI Catat Lonjakan Penonton Televisi Sebesar 50 Persen Lebih Berkat WFH
-
Imbas Work From Home, Penggunaan Gas Elpiji Meningkat
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Terkini
-
Konflik Selat Hormuz Berlanjut, Iran Tegaskan Gencatan Senjata Tidak Berlaku Selama Ada Blokade AS
-
Hakim Percepat Sidang Kasus Chromebook, Nadiem Makarim Hanya Diberi 3 Hari Hadirkan Saksi
-
Siapa Paolo Zampolli? Utusan Khusus Trump yang Usulkan Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
-
Longsor Intai Jakarta, BPBD DKI Petakan 9 Kecamatan Rawan
-
7 Fakta di Balik Kisah Haru Guru Honorer Azis: Viral karena Gowes 10 Km Tiap Hari
-
Mengapa Parpol Takut Jabatan Ketum Dibatasi? Pengamat: Tanda Takut Kehilangan Kendali Republik
-
PM Lebanon Sebut Israel Lakukan Kejahatan Perang Usai Serangan Udara Tewaskan Jurnalis Al Akhbar
-
Klaim Donald Trump Rezim Iran Pecah Terbantahkan dari Kenyataan Ini
-
Usul Batasan Jabatan Ketum: PDIP Ingatkan KPK Fokus Berantas Korupsi, Bukan Politik
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini