Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan mengatakan jumlah pasien kasus corona sudah tersebar di berbagai Rumah Sakit di Jakarta. Totalnya, ada 70 RS milik pemerintah maupun swasta yang melakukan penanganan.
70 RS itu, kata Anies, merawat 1.300 pasien kasus corona. Tidak semuanya dinyatakan positif karena masih ada Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang baru memiliki gejala virus ini tapi sudah dirawat.
"Ada 70 Rumah Sakit menangani Covid, yang rujukan 13, Nah ada 1.300 pasien yang saat ini dirawat," ujar Anies saat melakukan konferensi video bersama Wakil Presiden Maruf Amin, Kamis (2/4/2020).
Sementara jumlah pasien positif sudah mencapai 885 orang. Namun angka ini diperkirakan masih akan terus meningkat karena masih ada lagi 707 orang yang sedang menunggu hasil pemeriksaan uji corona.
"Masih ada 707 (pasien) antre menunggu hasil lab," jelasnya.
Karena masih banyak pasien yang menjadi suspect, Anies mengatakan pihaknya butuh bantuan Pemerintah Pusat untuk melakukan tes corona. Ia mengakui sampai saat ini di Jakarta masih banyak orang yang terlambat ditangani sehingga baru belakangan ketahuan statusnya adalah positif corona.
"Akibatnya fatal atau kita terlambat mendeteksi sehingga dia sudah menularkan pada yang lainnya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
Terkini
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari
-
Cak Imin Desak Pekerja Migran Harus Punya Ijazah Minimal SMA, Ternyata Ini Alasannya?