Suara.com - Jumlah pasien positif virus Corona jenias baru COVID-19 makin hari kian bertambah. Warga pun berinisiatif melakukan lockdown atau karantina wilayah secara mandiri seperti apa yang terjadi di dua RW, Kelurahan Keagungan, Jakarta Barat.
Didatangi secara langsung oleh Suara.com pada Jumat (3/4/2020), sejumlah jalan di wilayah dua RW yakni RW 08 dan 09 tampak ditutup mencegah orang tak berkepentingan keluar masuk.
Pencegahan tersebut ditandai dengan spanduk pelarangan masuk dan pagar bambu.
Menurut salah satu warga setempat, penutupan jalan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di wilayah mereka. Hal itu, katanya sekaligus berkaca dari hasil jumlah akumulatif pasien positif COVID-19 yang hampir menyentuh angka 2.000 kasus.
"Sekarang saja pasien yang positif sudah hampir berapa? 2.000. Ini makanya ditutup," kata warga setempat yang ditemui Suara.com di lokasi.
Menurutnya lockdown mandiri ini dilakukan tidak hanya datang atas dasar inisiatif warga, melainkan pihak kelurahan sendiri pun mendukung langkah preventif tersebut.
"Ini (lockdown mandiri) dari kelurahan," ujarnya.
Kendati begitu, lockdown mandiri tidak serta merta melarang semua aktivitas warga. Hanya pedagang hingga tamu kost yang dilarang masuk ke wilayah tersebut.
"Ini kalau warga sini masih bisa lewat pakai motor," tutupnya.
Baca Juga: Protes! Dewas KPK: Tak Adil Koruptor Dibebaskan dengan Dalih Wabah Corona
Diketahui, jumlah pasien positif virus corona di Indonesia hingga Jumat (3/4/2020 pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 1.986 orang terinfeksi. Dari jumlah itu, 134 pasien dinyatakan sembuh, sementara 181 lainnya meninggal dunia.
Hal itu diungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Jumat sore.
Berita Terkait
-
Pendeta Gereja Bethel Bandung yang Tularkan Corona ke 226 Jemaat, Meninggal
-
Hasil Rapid Test Corona di DKI Jakarta: 428 Warga Positif, 20.104 Negatif
-
Episentrum Baru Virus Corona Jabar, Gereja Bethel dan Setukpa Polri
-
Koalisi Masyarakat Sipil: Pelaksana Perppu Corona Tak Boleh Kebal Hukum!
-
Raja Tega! Joker Cs Rampok Warung, Mbok Jamu hingga Tukang Tahu saat Corona
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Jelang Vonis Anak Riza Chalid, Pengadilan Tipikor Jakarta Dipadati Massa Berkaos Tuhan Maha Baik
-
Hotman Paris di DPR: Tak Masuk Akal ABK Baru Kerja 3 Hari Dituntut Mati karena Narkoba 2 Ton!
-
Menteri Keuangan Khawatir Kena Gratifikasi Gegara Saweran TikTok? Ini Respons KPK!
-
Motor Dicuri di Depan Rumah, Pemilik Syok Dapat Kabar Baik dari Polsek Tambora Keesokan Harinya
-
DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
-
Sopir Calya Ugal-ugalan Disebut Bersih Zat Adiktif, Polisi Temukan Senpi Mainan, Golok, hingga Badik
-
Respon Keras Menteri PPPA soal Orang Tua Jual Bayi di Medsos: Anak Bukan Komoditas!
-
Kaitan BoP dan Kebijakan Tarif AS: Strategi Pragmatis Presiden Prabowo di Tengah Tekanan Ekonomi
-
Palu dan Amarah Terpendam: Remaja 16 Tahun di Kelapa Gading Habisi Kakak Kandung Gegara Hal Sepele
-
Mahasiswa Serang Mahasisiwi di Pekanbaru Diduga Karena Obsesi, Ini Sosok Terduga Pelaku