Suara.com - Unggahan akun Facebook Safie Fbr mengklaim bahwa rakyat Italia membuang uang karena tidak berguna akibat virus corona baru atau Covid-19.
Postingan itu diunggah ke Facebook pada Kamis (30/3/2020). Akun Facebook Safie Fbr juga menunjukkan foto berlembar-lembar uang yang berserakan di pinggir jalan.
Ia mengklaim kejadian dalam foto itu terjadi di Itlaia. Akun Facebook itu menambahkan narasi sebagai berikut.
“Di Italia rakyat buang duit kejalan disebabkan harta tidak berguna lagi ….
Bila virus Covid-Nineteen makin menular
#jagasehatsebelumsakit
#sayangikeluarga”
Postingan itu telah mendapat 8 komentar dan 50 kali dibagikan saat tangkapan layar ini diambil.
Benarkah rakyat Italia membuang uang ke jalan karena Covid-19 sebagaimana klaim akun Facebook Safie Fbr?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran turnbackhoax.id---jaringan Suara.com, Jumat (3/4/2020), klaim akun Facebook Safie Fbr yang menyebut rakyat Italia membuang uang ke jalan karena Covid-19 adalah tidak benar.
Foto yang diunggah akun Facebook Safie Fbr tidak ada kaitannya dengan Italia dan virus Corona.
Baca Juga: CEK FAKTA: Bill Gates Meluncurkan Kapsul Implan Manusia demi Lawan Corona?
Faktanya, kejadian dalam foto tersebut terjadi di Venezuela. Tepatnya saat krisis di negara tersebut.
Rakyat Venezuela membuang uangnya dikarenakan mata uang Boliver Fuerte dianggap sudah tidak berharga dan digantikan Bolivar Seberano.
Jika ditelusuri dengan mesin pencari Google dengan kata kunci “50 Bolivar Fuerte Venezuela” akan muncul lembaran uang yang identik seperti foto dalam unggahan akun Facebook Safie Fbr.
Foto yang sama juga diunggah dalam artikel berjudul "A photograph shows piles of currency throw in a gutter in Venezuela, money made worthless due to socialism" yang dimuat snopes.com.
Di bawah foto yang dimuat di artikel itu terdapat keterangan “This is a genuine photograph of worthless money dumped in the gutter of a Venezuelan street.”
Terjemahannya, “Ini adalah foto asli dari uang tidak berharga yang dibuang di selokan jalan Venezuela”.
Berita Terkait
-
Hampir 1.000 Orang Positif Corona di Jakarta, 96 Pasien Sudah Meninggal
-
Alasan Sekjen MUI Mengharamkan Mudik di Tengah Pandemi Covid-19
-
Lapor ke Wapres, Gubernur Jabar Sebut Ada Pemudik dari Jakarta Bawa Corona
-
Tak Semua Hand Sanitizer Bisa Bunuh Virus Corona Covid-19, Ini yang Sesuai!
-
LIVE STREAMING: Update Covid-19 Jumat, 3 April 2020
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional