Suara.com - Seorang tenaga medis di Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), Thomas Harvey, meninggal akibat Covid-19. Putrinya Tamira Harvey, menuding pihak rumah sakit mengabaikan ayahnya. Meski telah melaporkan bahwa sang ayah memiliki gejala sakit Covid-19.
Harvey sebenarnya belum pernah melakukan tes Covid-19. Namun salah satu orang dalam di NHS mengkonfirmasi bahwa pria 57 tahun itu telah terinfeksi virus tersebut.
Menurut Tamira, ayahnya dikecewakan oleh rumah sakit tempat dia membantu merawat pasien stroke.
Seperti dilaporkan CNN, Tamira menuding bahwa Rumah Sakit Goodmayes London tidak memberikan alat pelindung diri (APD) kepada ayahnya.
Beberapa hari sebelum kematian Harvey, layanan darurat RS "menolak" datang untuk membawanya ke rumah sakit, kata Tamira. Padahal saat itu pernapasan Harvey telah terganggu.
Perwakilan NHS yang bertanggung jawab atas rumah sakit tersebut mengonfirmasi bahwa tidak ada pasien Covid-19. Mereka juga mengatakan telah mengikuti panduan APD nasional.
Sementara itu, NHS London yang memimpin layanan kesehatan publik di Inggris dan mengawasi layanan darurat, belum menerima tanggapan dari CNN.
London Ambulance Service (LAS) tidak menanggapi secara langsung klaim Tamira bahwa mereka menolak untuk membawa Thomas Harvey ke rumah sakit.
Pihak LAS mengatakan bahwa ada banyak permintaan ambulans pada layanan 999 dan 111 mereka saat ini.
Baca Juga: Hits: Terawan Pilih Obat Tamiflu, Semprot Disinfektan Dinilai Mubazir
Ada lebih dari 8.000 panggilan masuk ke ruang kendali 999 mereka setiap hari.
Tetapi Tamira tetap bersikeras bahwa kematian ayahnya harus dipertanggungkawabkan pemerintah Inggris. Menurutnya, Harvey telah terpapar virus di RS tempatnya bekerja karena kurangnya APD.
Sebelum meninggal, Harvey bercerita kepada Tamira bahwa APD yang disediakan RS tidak cukup.
"Dia memberi tahu saya, di bangsal mereka hanya ada celemek dan sarung tangan yang tipis," katanya.
Pandemi virus corona di Inggris saat tercatat mencapai 34.000 kasus dan angka kematian negara meningkat menjadi lebih dari 2.900, menurut data dari Universitas Johns Hopkins.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno