Suara.com - Media asing ikut menyoroti keputusan Presiden Joko Widodo yang tidak melarang mudik di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Seperti dalam berita yang dimuat oleh situs theaustralian.com.au pada Jumat (3/4/2020).
Dalam artikel "Coronavirus: Jokowi to allow Muslim exodus after Ramadan", media itu menyebut mudik Ramadan membantu penyebaran Covid-19.
The Weekend Australia juga menyamakan fenomena mudik Ramadan dengan Tahun Baru China yang mana memperburuk penularan corona di Tiongkok.
Dalam artikel itu, disebutkan pula pernyataan dari ahli virologi Universitas Queensland, Ian Mackay.
"Bukti terbaik yang kami miliki untuk tidak mengizinkan migrasi massal saat ini adalah apa yang terjadi di Wuhan ketika lima juta orang meninggalkan kota dan menyebarkan virus ke seluruh China dan seluruh dunia," kata Mackay.
Sang ahli menambahkan, "Itu berasal dari fakta sederhana bahwa jika ada manusia yang rentan di luar sana virus dapat menginfeksi mereka dan jika kita tidak menghentikan gerakan massa ini maka itu akan menyala kembali."
Media asal Australia ini juga mengambil prakiraan dari Universitas Indonesia. Di mana setidaknya 140.000 orang Indonesia bisa meninggal karena corona jika tidak ada langkah-langkah lebih keras pada akhir bulan ini.
Majelis Ulama Indonesia bahkan telah mendesak pemerintah untuk menegakkan larangan mudik bagi umat Islam.
Baca Juga: Antisipasi Penurunan Pasar, Honda Fokus Jaga Pasokan
Ahli kesehatan masyarakat, Nurul Nadia mengatakan kebijakan itu "sangat membingungkan" dan kemungkinan akan "bencana".
"Tanpa larangan mudik, kita pasti akan seperti Italia. Bayangkan saja ribuan pembawa asimptomatik yang tampaknya sehat akan kembali ke desa mereka untuk mengunjungi orang tua? Ini bisa menjadi titik awal dari gelombang besar infeksi baru," kata Nurul, dikutip dari theaustralian.com.au, Sabtu (4/4/2020).
Namun menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, menyebut keputusan itu adalah pilihan terbaik di antara sejumlah opsi.
"Bahkan jika kita memilih untuk melarang orang mudik, mereka tetap akan melakukannya. Jadi kami memutuskan untuk memberi tahu mereka bahwa mudik akan membawa penyakit ke keluarga mereka dan lebih baik tidak melakukannya," kata Luhut.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga telah memberi peringatan kepada warganya agar tidak mudik. Namun ia tidak dapat menegakkan pembatasan yang lebih ketat.
Anies selama berminggu-minggu telah mendesak pemerintah pusat untuk melakukan penguncian wilayah. Pasalnya, Jakarta telah menjadi epicentrum virus ini dengan hampir seribu kasus.
Berita Terkait
-
Kepala Kampung Dianiaya Warga Usai Sosialisasi Bahaya Virus Corona
-
Bersejarah! Karena Corona, Pasangan Ini Nikah Jarak Jauh Pakai Video Call
-
Bantu Guru Terapkan Belajar Online, Kemendikbud Rilis Situs Guru Berbagi
-
Gara-gara Pandemi, Produsen Bir Corona di Meksiko Setop Beroperasi
-
Sudah Ada, Peneliti Sebut Ivermectin Potensi Jadi Obat Covid-19, Apa Itu?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat