Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI telah menyalurkan program bantuan sosial (Bansos) saat Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Jakarta sejak Kamis (10/4/2020). Penjaringan, Jakarta Utara menjadi lokasi pertama penerima bansos.
Bantuan bansos itu kemudian akan kembali dilanjutkan Jumat (10/4/2020) hari ini atau bertepatan dengan hari pertama penerapan PSBB Jakarta.
Dari akun instagram @dkijakarta, bansos itu disalurkan sampai tanggal 18 April 2020 untuk 1,2 juta Kepala Keluarga (KK). Bantuan dibagikan secara bertahap dan dibagikan langsung ke rumah masing-masing.
"Penyaluran bantuan dilakukan dengan pengantaran langsung ke rumah tangga sasaran agar masyarakat tetap berkegiatan di rumah," tulis akun @dkijakarta sebagaimana dikutip Suara.com, Jumat.
Menurutnya, paket bansos itu berupa bahan makanan, masker kain, dan sabun.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta Irmansyah mengatakan, penerima bansos ini merupakan masyarakat kalangan miskin dan rentan miskin yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19. Ia menyebut pembagian bansos terbagi menjadi dua tahap.
Ia menjelaskan, pada tahap pertama, bansos akan diberikan kepada 1,2 juta warga itu. Distribusinya dimulai pada 9-18 April dari Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara ke wilayah lainnya.
Kemudian tahap kedua distribusi bansos pada 19-23 April 2020. Pada tahap ini, bansos akan diberikan kepada warga lain yang belum terdaftar sebagai golongan penerima.
Karena itu, ia meminta agar masyarakat yang membutuhkan bansos ini segera mendaftar. Caranya dengan dengan mengisi form yang telah disiapkan RT lalu diberikan ke RW.
Baca Juga: Cara Dapat Bansos Orang Miskin saat Jakarta PSBB Corona, Daftar di Sini
Setelahnya, RW akan meneruskan ke kelurahan. Data tersebut nantinya akan diverifikasi untuk penentuan jadwal dan lokasi distribusi.
Berikut daftar Kelurahan penerima Bansos tahap pertama:
9 April 2020
- Kelurahan Penjaringan
10 April 2020
-Kelurahan Jatinegara
-Kelurahan cililitan
11 April 2020
-Kelurahan Cilincing
-Kelurahan Rorotan
-Kelurahan Pegangsaan Dua
12 April 2020
-Kelurahan Kalibaru
-Kelurahan Kebon Melati
-Kelurahan Rawamangun
-Kelurahan Kebon Kacang
-Kelurahan Kelapa Gading Barat
-Kelurahan Kelapa Gading Timur
-Kelurahan Gelora
Berita Terkait
-
Rumah Ibadah 'Tutup' Selama PSBB Jakarta, Ini Yang Wajib Diperhatikan
-
Jakarta PSBB, Polisi Dirikan 33 Pos Awasi Kendaraan Masuk DKI
-
Tak Pakai Masker dan Bawa Muatan Lebih, Kendaraan Dilarang Masuk Jakarta
-
Bandel! Hari Pertama PSBB Masih Ada Penumpang KRL Tak Bermasker
-
Punya Toko Swalayan? Ini Kewajiban yang Perlu Dilakukan Selama PSBB Jakarta
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas
-
Guntur Romli Kritik Prabowo Kurban Sapi Pakai Duit Negara: Tak Ada Landasan Syar'i Gunakan APBN
-
Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?
-
Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin
-
Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur
-
Masjid Al Ikhlas Riverwalk Island Sebar Daging Kurban ke 2.000 Orang, Ini Skemanya
-
Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti
-
AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis
-
Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia
-
MK Ancam Coret Parpol Tanpa 30% Caleg Perempuan, Demokrat Tak Gentar