Suara.com - Refly Harun dicopot dari jabatannya sebagai Komisaris Utama PT Pelindo I (Persero) oleh Menteri BUMN Erick Thohir.
Dia sempat menyampaikan ucapan terima kasih kepada mulai dari Rini Soemarno hingga Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Refly diangkat menjadi Komut PT Pelindo I (Persero) oleh Menteri BUMN era Kabinet Indonesia Kerja Rini Soemarno.
Dalam cuitannya, dia menyampaikan terima kasih kepada Rini serta mengucapkan hal senada kepada Erick yang sudah memberhentikannya.
"Terima kasih Rini Soemarno yang sudah mengangkat saya, terima kasih Erick Thohir yang sudah memberhentikan," kata Refly melalui akun Twitternya @ReflyHZ pada Senin (20/4/2020).
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Jokowi selaku pihak yang turut mengangkat dan memberhentikannya pada jabatan tersebut.
Refly memohon izin untuk menjadi 'wasit'. Tanpa menjelaskan secara detail, ia hanya menyebut pemerintah yang berjalan dengan benar mesti didukung dan sebaliknya kalau berjalan tidak benar maka harus dikritik.
"Dan terima kasih Presiden Jokowi yang sudah mengangkat dan memberhentikan. Izin berada di garis luar untuk terus jadi peniup pluit. Pemerintah benar kita dukung, enggak benar kita kritik. Salam," kata Refly.
Untuk diketahui, Refly Harun dicopot dari jabatannya sebagai Komisaris Utama PT Pelindo I (Persero) dan Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Achmad Djamaludin untuk mengisi posisi tersebut.
Baca Juga: Refly Harun Dicopot dari Komut Pelindo I: Nggak Benar Kita Kritik
Selain itu Kementerian BUMN juga melakukan pergantian terhadap sejumlah anggota dewan komisaris Pelindo I lainnya.
"Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia I Nomor. SK-123/MBU/04/2020 tanggal 20 April dengan ini kami menginformasikan Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)," sebut keterangan resmi Pelindo I.
Kementerian BUMN mengangkat sejumlah anggota komisaris baru Pelindo I, antara lain Arman Depari sebagai komisaris, kemudian komisaris independen yang dijabat oleh Herbert Timbo Parluhutan Siahaan, Ahmad Perwira Mulia Tarigan dan Irma Suryani Chaniago.
Kementerian BUMN juga memberhentikan anggota dewan komisaris Pelindo I sebelumnya yakni Bambang Setyo Wahyudi, Lukita Dinarsyah Tuwo, dan juga Heryadi dari Komisaris Independen.
"Kami mengucapkan terimakasih atas sumbangan dan dedikasinya selama memangku jabatan tersebut kepada jajaran Komisaris sebelumnya dan selamat datang kepada jajaran Komisaris yang baru PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)," sebut keterangan resmi dari Pelindo I.
Sementara Winata Supriatna masih tetap menjabat sebagai anggota dewan komisaris Pelindo I.
Berita Terkait
-
Erick Thohir Putuskan Semua Petinggi BUMN Tahun Ini Tak Dapat THR
-
Refly Harun Dicopot dari Komut Pelindo I: Nggak Benar Kita Kritik
-
Refly Harun Dicopot Erick Thohir dari Jabatan Komut, Pelindo I: Terimakasih
-
Erick Thohir Bongkar Komisaris PT Pelindo, Refly Harun Terdepak
-
Memilih Jomblo hingga Usia 61 Tahun, Ini Alasan Rocky Gerung
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
Terkini
-
Tambahan 24 Pesawat Tempur Rafale Masih Dikaji, Kemhan Pastikan Belum Ada Kontrak Baru
-
Gercep Respons Bencana Alam, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua Diganjar KWP Awards 2026
-
Bareskrim Sita 23 Ton Pangan Ilegal di Pontianak, Pemasok Utama Diburu
-
Jejak Kelam Syekh Ahmad Al Misry, Pendakwah Ternama Diduga Lecehkan Santri Laki-laki
-
KPK Soroti Mahalnya Biaya Politik, Ajukan Lima Rekomendasi Perbaikan Pemilu
-
8 Orang Tewas dalam Tragedi Helikopter Jatuh di Sekadau, KNKT Dalami Penyebab Kecelakaan
-
DPR: Napi Korupsi Ngopi di Kafe, 'Mustahil Tanpa Kerja Sama Petugas!'
-
Negara Rugi Bandar Akibat Rokok Ilegal, Ekonom: Penegakan Hukum Tak Bisa Ditawar
-
Bulog Pastikan Harga Minyakita Stabil dan Stok Berlimpah
-
Selat Hormuz Memanas, Indonesia Amankan Kedaulatan Pangan Lewat Kemandirian Produksi Pupuk