Suara.com - Saat pandemi virus corona atau covid19 seperti sekarang ini, media berperan sebagai ujung tombak dalam penyampaian informasi yang cepat dan akurat.
Wabah tidak hanya terkait isu kesehatan, namun telah menyeret ke krisis ekonomi secara global. Semua sektor perekonomian terkena imbas, termasuk media massa yang menjadi sumber informasi.
Melihat hal tersebut, sejumlah organisasi donor dan lembaga yang bergerak di bidang media bergerak menyediakan pendanaan bagi jurnalis dan media lokal yang ingin meliput mengenai Covid-19 ini.
Dilansir dari Global Investigative Journalism Network (GIJN) dan Splice media, berikut ini daftar media dan organisasi yang siap memberikan pendanaan terkait Covid19.
1. Splice
Splice menggandeng Facebook mendistribusikan 5.000 dollar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 77,456,760 dalam bentuk pendanaan mikro.
Tujuannya: mendukung media kecil hingga menengah dan pekerja lepas mereka di Asia yang terkena dampak keuangan Covid-19.
Pihak Splice bakal memberikan hibah tersebut kepada organisasi secara langsung, sehingga mereka dapat terus bekerja dengan freelancer sebagai bagian dari operasi mereka.
Dana ini awalnya dialokasikan ke Dana Beta Splice untuk proyek prototyping; kami menugaskan kembali sebagian untuk mendukung operasi bisnis pada saat yang kritis ini.
Baca Juga: Keluyuran saat Corona, Bule Kere Digerebek Asyik Indehoi di Rumah Janda
Informasi lebih lanjut klik tautan di sini
2. National Geographic Society (Global)
National Geographic Society meluncurkan dana darurat untuk jurnalis di seluruh dunia yang ingin meliput COVID-19.
Pendanaan berkisar antara 1.000-8.000 dollar (sekitar Rp 15,5 - 124,7 juta). Pendanaan tersebut mencangkup persiapan, tanggapan, dan dampak pandemi global ini yang harus diajukan melalui pelaporan berbasis bukti.
National Geographic fund akan menempatkan penekanan khusus pada penyampaian berita kepada populasi yang kurang terlayani.
Tertarik pada "model distribusi lokal dan bahkan hiper-lokal," dan ingin melihat cerita "ketidakadilan yang dibawa COVID-19 k."
Penulis, fotografer, videografer, jurnalis audio, kartografer, pembuat film, dan pakar visualisasi data dapat mengajukan permohonan untuk pendanaan ini.
Untuk informasi lebih lanjut klik tautan di sini.
3. Pulitzer Center (Global)
Pulitzer Center membuat sebuah program yakni Coronavirus News Collaboration Challenge. Program pendanaan ini dirancang untuk mendorong kolaborasi jurnalis dan redaksi yang inovatif tentang peliputan pandemi Covid-19 antar negara dan nasional.
Program ini terbuka untuk semua jurnalis independen dan redaksi di Amerika Serikat dan negara lain.
Untuk mengajukan pendanaan ini, proposal yang diajukan harus terdapat komponen kolaborasi yang kuat untuk pelaporan dan publikasi. Fokus pada masalah sistemik, isu under-reported yang mendasari terjadinya krisis virus corona.
Pendekatan yang digunakan berbasis data dan/atau interdisipliner untuk melaporkan berita mengenai virus corona. Pegang akuntabilitas yang kuat.
Pulitzer Center menerima aplikasi oronavirus News Collaboration Challenge secara bergulir hingga akhir tahun ini.
Informasi lebih lanjut klik tautan di sini.
4. Internews (Global)
The Internews Information Save Lives Rapid Response Fund menerima proposal pendanaan dari media, organisasi dan individu yang menyediakan berita dalam bahasa lokal dan bentuk informasi publik lainnya yang terkait dengan pandemi COVID-19 dan dampaknya.
Pendanaan tersebut tersedia 500-5.000 dollar yang disediakan untuk penciptaan, produksi, dan penyebaran informasi terkait dengan COVID-19.
Berita yang disampaikan berisi informasi yang akan membuat orang tetap aman dan dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan berdasarkan informasi untuk diri mereka sendiri, keluarga dan komunitas.
Berita yang dibuat bisa mengenai perkembangan ilmiah, gejala dan perawatan, kebijakan dan prosedur pelayanan kesehatan sekitar, berita dan informasi komunitas lokal yang bermanfaat setiap hari.
Internews juga akan memberikan layanan konsultasi gratis kepada jurnalis mengenai proses peliputan dalam berbagai bahasa, termasuk Inggris, Spanyol, Prancis, Arab, dan Rusia. Lihat semua parameter di sini.
Informasi lebih lanjut klik tautan di sini.
5. International Women’s Media Foundation (Global)
Dana Bantuan Jurnalisme IWMF terbuka untuk jurnalis yang mengidentifikasi wanita dalam kesulitan,jurnalis yang menghadapi kesulitan keuangan yang signifikan, kehilangan pekerjaan, baru-baru ini diberhentikan atau yang sangat membutuhkan bantuan.
Dana yang disediakan hingga $ 2.000 per permintaan. Catatan: Pertimbangan khusus akan diberikan berdasarkan kasus per kasus kepada yang memiliki kebutuhan keuangan lebih besar.
Informasi lebih lanjut klik tautan di sini.
6. Meeden Microgrants for COVID-19 Media Work in Emerging Economies
Meedan Check Global mengeluarkan COVID-19 Microgrants, khusus ditujukan untuk kelompok yang bekerja di dalam konteks ekonomi berkembang (Afrika Utara / Asia Barat, Afrika, Amerika Latin, kawasan Asia-Pasifik).
Besar pendanaan untuk individu 500 dollar (sekitar Rp 7,7 juta), organisasi hingga 2.000 dollar (sekitar Rp 31,1 juta), dan proyek kolaboratif dapat mengajukan hingga 2.500 dollar (sekitar Rp 38,9 juta).
Informasi lebih lanjut klik tautan di sini.
7. Writers Emergency Assistance Fund (Global)
Dana hanya tersedia bagi penulis yang tidak dapat bekerja karena mereka saat ini sakit atau merawat seseorang yang sakit, bukan mereka yang kehilangan pekerjaan.
Penulis yang mendaftar tidak harus tinggal di Amerika Serikat tetapi harus menyerahkan buku atau artikel yang ditulis dalam bahasa Inggris.
Informasi lebih lanjut klik tautan di sini.
8. The Photographer Fund (Global)
Dana Fotografer yang disponsori oleh Format bertujuan untuk membantu para fotografer wiraswasta yang menghadapi kesulitan keuangan akibat COVID-19.
Format adalah sebuah platform portofolio online yang dirancang untuk fotografer sebagai tempat menunjukkan hasil karya dan mempromosikan bisnis mereka. Bantuan tersedia hingga 500 dollar (sekitar Rp 7,7 juta) per orang.
Informasi lebih lanjut klik tautan di sini.
9. Google (Global)
Global Journalism Emergency Relief Fund dibentuk untuk membantu organisasi berita berskala kecil dan menengah yang menghasilkan berita asli bagi masyarakat setempat.
Pengajuan aplikasi akan ditutup pada 29 April pukul 11:59 malam. Aplikasi akan diproses secara bertahap sehingga pengiriman akan dilakukan sesegera mungkin.
Pelamar yang memenuhi syarat harus memiliki kehadiran digital dan telah beroperasi setidaknya selama 12 bulan.
Informasi lebih lanjut klik tautan di sini. (Sumber GIJN dan Splice Media)
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi
-
Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR
-
Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
-
Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan
-
Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas
-
Mahfud MD Kenang Juwono Sudarsono: Dari Pengganti di Era Gus Dur hingga Ilmuwan Besar
-
Pemprov DKI Dukung PP Tunas, Atur Penggunaan Gawai pada Anak dan Perkuat Literasi Digital