Suara.com - Saling sindir atau perang cuitan di media sosial kerap terjadi di kalangan politisi. Kali ini, giliran politisi Partai Gerindra Andre Rosiade dan politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik yang terlibat adu mulut lantaran membahas Prabowo.
Awalnya, Rachland mengatakan jika Prabowo Subianto, mantan kandidat calon presiden tengah berusaha memulihkan kepercayaan diri masyarakat terhadap dirinya.
"Pak Prabowo berusaha memulihkan kepercayaan publik pada pak Jokowi. Tapi sebenarnya, ia sedang berusaha memulihkan kepercayaan publik pada dirinya sendiri," cuit Rachland lewat akun Twitter-nya @RachlanNashidik.
Merasa tak terima, Andre Rosiade kemudian membalas cuitan tersebut dengan menyebut Rachland dan golongannya suka bermain sinetron.
"Dari kampanye sampai sekarang kelompok Anda main sinetron melulu. Faktanya sampai sekarang pak @prabowo
masih didukung dan dicintai rakyat. Kurangi nyinyir, tunjukkan kinerja bantu rakyat di lapangan," tulis @andre_rosiade.
Warganet yang menyaksikan pertengkaran itu, ikut menambah suasana menjadi panas. Cuitan Andre dibalas dengan komentar yang tidak kalah pedas.
"Selamat morning gaess.. Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Ingat pesan bang Andre. JANGAN SUKA DRAMA," tulis @maklambeturah via Instagram.
Sementara itu, di Twitter, beberapa warganet justru terlihat mendukung Rachland.
"Dua kali aku coblos Prabowo bang, yang katanya jatuh bangun bersama rakyat. Aku beli kaos yang mahal-mahal, ikut ajak sana sini, keluar biaya sendiri. Sekarang? Mending dulu golput," kata @satria_preda.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Ajudan Prabowo Kena Semprot: Pulang, Ini Perintah!
"Tuan-tuan Demokrat dan Gerindra adu argumentasi sampai pagi dan pagi lagi enggak ngaruh bagi kami. Yang pernah terlihat visi misi partai tuan-tuan bagus. Endingnya gampang dibaca yaitu berkuasa," tulis @SasiKiron0.
Tag
Berita Terkait
-
Ruangguru Masih di Kartu Prakerja Usai Belva Mundur, Rachland PD: Percuma
-
Tak Masuk Pengurus Demokrat, Rachland Berkelakar Mau Melamar Jadi Stafsus
-
Pemerintah Didesak Pecat Stafsus, Jika Ada yang Terbukti Korupsi
-
Balai Kota Dipenuhi Karangan Bunga untuk Riza, Tak Ada dari PKS
-
Rachland Kritik Kartu Prakerja: Emang usai Pelatihan, Ada Lowongan?
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
Terkini
-
Kemensos Kucurkan Bansos Senilai Rp 17,5 Triliun Jelang Lebaran 2026: 18 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Menkes Sindir Orang Kaya Masuk PBI: Masa Gak Bisa Bayar BPJS Kesehatan Rp 42.000?
-
Jakarta Mulai Bersolek Jelang Imlek, Rano Karno: Kami Rumah Berbagai Budaya
-
Kisah Siswi SMK di Garut: Rawat Nenek Lumpuh, Terancam Putus Sekolah karena Dianggap 'Warga Mampu'
-
Profil Bonatua Silalahi, Sosok Peneliti yang Berhasil Buka Salinan Ijazah Jokowi di KPU
-
Dua Bandit Bercelurit Harus Mendekam dalam Jeruji Besi Usai Jambret Kalung Emas di Tambora
-
Kejagung Bongkar Korupsi Ekspor CPO & POME, Kerugian Negara Capai Rp 14 Triliun
-
Hadirkan 'Wajah Humanis', 1.060 Polisi Siaga Kawal Demo Guru Madrasah di Depan Gedung DPR
-
Kerugian Negara Ditaksir Rp14 Triliun, Kejagung Mulai Lacak Aset 11 Tersangka Perkara Ekspor CPO
-
8.000 Personel TNI Dikirim ke Gaza untuk Misi Damai, Disebut Bakal Lucuti Hamas