Suara.com - Keluarga berang-berang ini menambah deretan binatang yang asyik menikmati sepinya kawasan kota yang tengah menerapkan kebijakan lockdown.
Melansir dari laman Straits News, Minggu (26/4/2020), segerombolan berang-berang terlihat melintas di wilayah Little India, tepatnya di depan pusat perbelanjaan Mustafa Centre, Singapura.
Rekaman keluarga berang-berang yang tengah mengeksplorasi kota pada Jumat (24/4) ini viral setelah beredar di WhatsApp.
Dosen biologi Univeritas Nasional Singapura, N. Sivasothi kepada The Sunday Times mengatakan, tujuh berang-berang ini tengah mencari lokasi yang dapat dijadikan rumah baru.
Rombongan yang terdiri dari dua induk, tiga anak berusia dewasa, dan dua anak berang-berang yang masih kecil ini menjelajahi daerah di sekitar kanal guna mendapatkan rumah yang lebih besar sejak Januari lalu.
"Saat ini jumlah orang dan mobil lebih sedikit, hewan-hewan pun dapat bermain di daerah yang biasanya tak bisa dikunjungi karena ramai,"kata Sivasothi.
Sivasothi yang juga merupakan anggota dari Working Group Otter, menyebut bahwa keluarga berang-bernag tersebut sebelumnya menetap di Botanic Gardens Singapura pada Oktober lalu.
Namun, karena semakin bertambahnya anak membuat keluarga ini membutuhkan wilayah teritori yang lebih luas.
"Ketika anak-anak berang-berang masih muda, orang tua mereka membutuhkan perairan yang dangkal untuk mengajari cara berenang dan berburu," sambungnya.
Baca Juga: Pangeran William Ogah Tonton Tiger King di Netflix, Ternyata Ini Alasannya
"Botanic Gardens mungkin bagus untuk tempat pembibitan, tapi tidak baik untuk berburu jangka panjang," bebernya.
Sebagian besar daerah aliran sungai pusat yang bagus untuk mencari makan seperti Sungai Singapura, Sungai Kallang, dan sungai yang dinaruralisasi di Taman Bishan-Ang Mo Kio telah ditempati oleh keluarga berang-berang lain.
Sehingga, tambah Sivasothi, keluarga berang-berang ini pun harus terus mencari wilayah yang masih kosong.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?