Suara.com - Kabar yang mengklaim seorang perempuan bernama Dokter Riza meninggal dunia karena terinfeksi virus corona atau Covid-19 menggemparkan khalayak.
Kabar tersebut tersebar secara berantai melalui pesan WhatsApp dan unggahan media sosial.
Salah satunya ditunjukkan lewat unggahan kanal YouTube Agen herbal berjudul "Dokter Riza Positif Covid19/ Virus Corona" belum lama ini.
Dalam video tersebut, terlihat wajah seorang wanita berjilbab jingga dan berkaca mata yang disebut-sebut sebagai Dokter Riza.
Benarkah Dokter Riza meninggal dunia karena jadi korban virus corona?
Penjelasan
Hasil penelusuran Hops.id -- jaringan Suara.com, kabar mengenai meninggalnya Dokter Riza dipastikan tidak benar.
Hal itu ditunjukkan oleh pengakuan seorang perempuan bernama Jenny Martinus yang mengomentari unggahan kanal YouTube Agen herbal.
Jenny Martinus mengklaim bahwa wajah wanita yang terpampang dalam video adalah dirinya, bukan Dokter Riza.
Baca Juga: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Kembali Aktif
Perempuan yang berprofesi sebagai bidan di Padang, Sumatera Barat geram lantaran fotonya dicatut oleh oknum tak bertanggung jawab untuk menyebar informasi palsu.
Jenny Martinus menyebut dirinya memang kini tengah menjalani isolasi di RSUP M. Djamil Padang karena positif virus corona.
Namun dirinya menyesalkan tindakan manipulatif yang dilakukan pengunggah video. Untuk itu, ia menunggu iktikad baik dari oknum tak bertanggung jawab tersebut.
Berikut kometar lengkap Jenny Martinus
Mohon maaf admin… Ini video saya, saya Jenny Martinus, A. Md. Keb asal padang umur 29 tahun. Profesi saya bidan aebagai tenaga volunteer dinas kesehatan kota padang yang mengabdi di Puskesmas Pagambiran Kota Padang. Mohon tindak lanjutnya atas video ini admin.
Saya masih hidup hingga saat ini, dan saya sedang menjalani isolasi di RSUP dr. M. Djamil Padang. Mohon bijak dalam bermedia sosial ya admin. Telusuri dulu kebenarannya baru post. Saya tunggu itikad baik dari anda. Karena pemberitaan ini membuat keluarga besar saya sedih…
Berita Terkait
-
Gugus Tugas: Perbedaan Data Corona karena Masalah Komunikasi
-
Kapasitas Global, Pengembangan Vaksin Covid-19 dari India Paling Dinanti
-
Pakai Topi Social Distancing Unik, Siswa SD di Hangzhou Kembali Sekolah
-
H+3 Larangan Mudik, 4.041 Pengendara Hendak Keluar DKI Diminta Putar Balik
-
Sinar Matahari, Suhu Panas, dan Kelembaban Perlambat Penyebaran Covid-19?
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir