Suara.com - Nabi Muhammad SAW tidak salat tarawih sebulan penuh dengan berjamaah di masjid ketika bulan Puasa atau Ramadan. Bahkan sebuah riwayat menyebutkan kalau Rasulullah hanya tiga malam ke masjid.
Sikap Rasulullah ini sesuai dengan dengan kondisi pandemi virus corona saat ini yang mana anjuran beribadah di rumah sangat dianjurkan pemerintah.
Lantas bagaimana sejarah Nabi Muhammad ketika Salat Tarawih?
Sejahara ini bersumber dari Siti Aisyah RA yang mengisahkan peristiwa pada 10 malam terakhir pada sebuah Ramadhan.
Dikutip dari NU Online, Selasa (28/4/2020), Saat itu Rasulullah melakukan shalat tarawih bersama beberapa orang. Pada malam selanjutnya sebagian sahabat yang tidak ikut pada malam sebelumnya hadir sehingga shalat tarawih Rasulullah di masjid diikuti oleh banyak jamaah dibanding pada malam sebelumnya.
Lalu pada malam ketiga, masjid penuh sesak dengan jamaah tapi Rasulullah tidak datang. Nabi Muhammad SAW memilih salat tarawih di rumah.
Saat dicari oleh para sahabat, Rasulullah mengabarkan bahwa beliau mengetahui keinginan para sahabat untuk shalat tarawih bersamanya. Tetapi ia khawatir Allah menurunkan wahyu yang berisi perintah shalat tarawih sehingga shalat sunnah malam Ramadan itu menjadi wajib.
"Dari Aisyah RA, istri Rasulullah SAW, Rasulullah SAW melakukan shalat (tarawih) di masjid pada suatu malam. Orang-orang bermakmum kepadanya. Malam berikutnya, Rasulullah SAW kembali shalat tarawih dan jamaahnya semakin banyak. Pada malam ketiga atau keempat, jamaah telah berkumpul, tetapi Rasulullah SAW tidak keluar rumah. Ketika pagi Rasulullah mengatakan, ‘Aku melihat apa yang kalian perbuat. Aku pun tidak ada uzur yang menghalangiku untuk keluar menemui kalian, tetapi aku khawatir ia (shalat tarawih) diwajibkan'," (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i, Malik dan Ahmad).
Dijelaskan oleh penulis NU Online, Alhafiz Kurniawan, sebagian riwayat menyatakan bahwa para sahabat yang tidak sabar melempari pintu rumah Rasulullah SAW dengan kerikil kecil. Akibatnya, Rasulullah terpaksa keluar untuk mengabarkan kekhawatirannya akan turunnya wahyu yang mewajibkan shalat tarawih untuk umatnya.
Baca Juga: Masjid Ditutup, Warga Ngotot Panjat Pagar Demi Salat Tarawih
Sementara itu, Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam ceramahnya yang dimuat dalam akun YouTube Art Edukasi menyebutkan bahwa menyebut tarawih tak wajib, apalagi di tengah wabah COVID-19.
Ia juga menceritakan Nabi Muhammad SAW sholat tarawih di masjid itu hanya 3 malam.
"Riwayat Nabi Muhammad SAW sholat tarawih ke masjid itu hanya 3 malam," kata UAS, dilansir Hops.id---jaringan Suara.com.
Di malam pertama Nabi datang untuk sholat di masjid Nabawi diikuti oleh jemaah. Malam ke dua jemaah makin ramai. Malam ke-3 jemaah makin tumpah ruah, lalu di malam ke-4 Nabi tidak datang.
"Keesokan harinya ada sahabat Nabi yang datang dan bertanya, kenapa Nabi tidak datang? Nabi menjawab ‘aku tahu kalian tadi malam ramai-ramai berkumpul menunggu aku. Tapi aku tidak datang. Aku khawatir kalau aku datang nanti sholat tarawih ini menjadi wajib hukumnya bagimu, padahal shalat tarawih itu tidak wajib," cerita UAS.
Ia menegaskan bahwa tidak sholat tarawih di masjid bukan berarti kita meninggalkan masjid.
Berita Terkait
-
Ada Corona, Masjid Al-Huda Kasihan Gelar Kultum Ramadan Secara Online
-
Inggris Lockdown, Warga Muslim Indonesia Andalkan e-Ifthar Jaga Silaturahmi
-
Pengurus 20 Masjid Nekat Gelar Tarawih Berjamaah, Wali Kota Pekanbaru Geram
-
Benarkah Puasa Ramadan Bisa Redakan Maag? Ahli Ungkap Fakta!
-
Kemeriahan Berkurban Ternak, Tradisi Sambut Ramadan di Thailand
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau
-
Sidang Banding Kasus Chromebook Digelar Hari Ini, Nadiem Minta Hakim Uji Ulang Pertimbangan Putusan
-
Dua Titik Lokasi Demo di Jakarta Hari Ini
-
Review Film CODA: Harmoni Keheningan, Musik, dan Cinta Keluarga
-
Bromo Dilanda Kebakaran Hutan, Akses Jemplang hingga Senduro Ditutup
-
Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
Cara Membedakan Cinta, Manipulasi, dan Penipuan Menurut Detektif Jubun
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal