Suara.com - Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Asep Adisaputra mengatakan pada hari kelima dan hari keenam pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 yakni pada Selasa (28/4) hingga Rabu (29/4) tercatat ada 2.765 kendaraan yang dicegat petugas gabungan karena terindikasi mudik.
"Dinamika Operasi Ketupat 2020, hari kelima sampai hari ini, Korlantas mencatat ada 2.765 kendaraan yang diminta putar balik karena didapati mereka akan mudik," kata Asep di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (29/4/2020).
Tercatat Polda Metro Jaya, Polda Jawa Timur dan Polda Jawa Tengah mencegat lebih dari 500 kendaraan per harinya.
Asep merinci, untuk Polda Metro Jaya telah menghalau 886 kendaraan, Polda Jawa Barat menghalau 525 kendaraan, Polda Jawa Timur menghalau 773 kendaraan.
"Polda DIY menghalau 23 kendaraan, Polda Banten 198 kendaraan, Polda Lampung 32 kendaraan dan Polda Jawa Tengah 328 kendaraan," tuturnya.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Istiono menegaskan sanksi maksimal bagi warga yang nekat mudik selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 adalah diputarbalikkan ke rumah masing-masing. Dengan demikian tidak ada sanksi berupa denda.
Operasi Ketupat 2020 adalah operasi kemanusiaan yang mengedepankan upaya persuasif. Oleh karena itu, pihaknya tetap hanya memberikan imbauan kepada warga yang nekat mudik agar kembali ke rumahnya masing-masing.
Polri terus mendorong kesadaran masyarakat untuk tidak mudik demi mencegah penyebaran COVID-19.
Sebanyak 171 ribu personel gabungan Polri-TNI dan instansi terkait melaksanakan Operasi Ketupat 2020 dalam rangka mengawal larangan mudik Lebaran selama masa pandemik COVID-19. Mereka bertugas sejak 24 April hingga 31 Mei 2020 atau "H+7" Lebaran.
Baca Juga: Kenangan Rommy di Rutan KPK: Pimpin Salat Tarawih Tahanan Korupsi
Hal ini menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo yang telah menyatakan melarang masyarakat tanpa terkecuali untuk mudik Lebaran di masa pandemik COVID-19. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Update 29 April Pasien Positif Corona di DKI Tembus 4.000 Orang
-
Pria Meninggal Usal Sholat Subuh di Masjid, Jamaah Lain Lari Takut Mendekat
-
BNPB Dinilai Lepas Tangan ke Karyawan Positif Corona Rapid Test
-
Lagi Dikepung Pandemi Corona, 20 RW di Jakarta Terendam Banjir
-
Warga DKI Bisa Menunggu Bansos Datang hingga Tiga Pekan
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
-
Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma
-
Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi
-
Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas
-
Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo
-
PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah
-
Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor
-
Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat
-
Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja
-
Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura