Suara.com - Pemerintahan Donald Trump diam-diam sedang merencanakan upaya besar untuk mempercepat pengembangan vaksin virus corona COVID-19, dengan target 100 juta dosis hingga akhir tahun.
Dilaporkan Bloomberg News pada Rabu (29/4/2020), proyek yang disebut Operation Warp Speed (Operasi Berkecepatan Ekstrem) akan menggabungkan perusahaan farmasi swasta dengan lembaga pemerintah dan militer dalam upaya mempercepat pengembangan vaksin sebanyak mungkin selama delapan bulan.
Menurut laporan tersebut, pertemuan terkait proyek tersebut akang digelar di Gedung Putih tengah pekan ini.
Sebelumnya Presiden Donald Trump mengarahkan Menteri Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan (HHS) Alex Azar untuk mempercepat pengembangan vaksin, dan para pejabat pemerintah telah bertemu sebanyak tiga hingga empat kali terkait rencana besar tersebut, tambahnya.
Para eksekutif dan pakar lainnya menyebutkan bahwa uji klinis untuk menjamin sebuah vaksin aman dan manjur bisa memakan waktu minimal 12 hingga 18 bulan.
Saat ini pandemi corona memicu berbagai lembaga riset dan perusahaan farmasi di seluruh dunia berlomba menemukan vaksin corona.
Sejumlah otoritas kesehatan di negara-negara maju juga bekerja sama dengan ilmuwan di universitas-universitas terkemuka mewujudkan impian menemukan vaksin corona secepat-cepatnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Q1 2026, Pemerintah Klaim Lebih Tinggi dari China-AS
-
Amerika Serikat Paksa 50 Kapal Komersial Putar Balik Hindari Selat Hormuz
-
Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi
-
Ketegangan Selat Hormuz Memanas Kembali, Iran Serang Zona Industri Minyak Uni Emirat Arab
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal