News / Nasional
Selasa, 05 Mei 2020 | 10:17 WIB
Jubir PSI Dedek Prayudi - (Instagram/@uki_dedek)

Suara.com - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi meminta agar tugas sekolah cucu Susilo Bambang Yudhoyono yang membahas soal lockdown tidak dijadikan bahan bully oleh para politikus.

Permintaan tersebut secara khusus ia tujukan kepada Jansen Sitindaon, politisi dari Partai Demokrat yang ia nilai telah menjadikan persoalan tugas sekolah cucu SBY sebagai komoditas politik.

"Dear bang @jansen_jsp, kalimat terakhir abang itu lho. Aku enggak yakin abang betulan tak mau cucu pak SBY dilibatkan ke dalam hiruk pikuk politik, wong abang sendiri komoditaskan anak itu sebagai senjata pembully," tulisnya via Twitter.

Politisi muda yang akrab disapa Uki itu merasa kasihan dengan putri Agus Yudhoyono yang dinilai ikut terseret ke dalam arus politik justru oleh kader Partai Demokrat sendiri.

"Saya yakin pak Jokowi sudah biasa dengan bullyan. Tapi saya lebih kasihan kepada cucu pak @SBYudhoyono yang sengaja ditarik-tarik oleh kader pak SBY sendiri untuk dijadikan senjata pembully," tukas Uki via akun Twitter-nya @Uki23.

Meski Jansen berkata bahwa tidak pantas menjadikan anak kecil sebagai bahan bully politik, namun di mata Uki, perkataan tersebut dirasa kontradiktif.

Cuitan Dedek Uki (Twitter).

Pasalnya, di akhir cuitan Jansen, ia tetap membawa-bawa cucu SBY sebagai senjata untuk melakukan bullying terhadap Presiden Joko Widodo.

"Imbasnya anak itu pasti akan keseret juga dalam kontra narasi yang dilontarkan sisi sebelah," kata Uki.

Sebelumnya, Jansen Sitindaon mencuit tentang persoalan tugas sekolah cucu SBY yang digunakan sebagai bahan bully politik.

Baca Juga: Lockdown Diperlonggar, Harga Minyak Mentah Terkerek Naik

Namun, hal tersebut menjadi kontradiktif karena di akhir cuitan, ia justru membawa persoalan tersebut sebagai bahan untuk melakukan bullying terhadap Presiden Joko Widodo.

"Pertama, itu tugas anak sekolah. No politics! Di berita ditulis, di IG AHY juga sudah dijelaskan. Kedua, tak pantas anak kecil dijadikan bahan bully-an politik. Pada waktunya ini akan berbalas! Ketiga, jangan-jangan cucu SBY lebih pintar Inggris-nya dibanding pemimpin rezim ini. Boleh diuji," kata Jansen via akun Twitter-nya @jansen_jsp.

Load More