Suara.com - Delapan orang yang terlibat dalam serangan di daerah pesisir Venezuela telah ditahan, Senin (4/5/2020). Delapan orang yang ditahan, disebut-sebut sebagai tentara bayaran asal Amerika Serikat.
Pemerintah Venezuela mengatakan pihaknya berhasil menggagalkan aksi serangan yang diduga dilakukan tentara bayaran AS pada Minggu (3/5/2020). Sejumlah tentara bayaran berusaha memasuki Venezuela dengan kapal cepat dari Kolombia.
Seorang pria asal AS bernama Jordan Goudreau pada Minggu (3/5/2020) merilis sebuah video yang menyatakan ia bertanggung jawab atas serangan tersebut. Goudreau merupakan pimpinan perusahaan keamanan, Silvercorp USA, yang berpusat di Florida.
Ia mengatakan aksinya itu dilakukan bersama perwira militer Venezuela yang membelot, Javier Nieto.
Menurut laman Silvercorp, Goudreau digambarkan sebagai "tentara Pasukan Khusus Irak yang berprestasi dan tentara veteran di Afghanistan".
Siaran televisi milik negara di Venezuela, pada Senin (5/5/2020), menunjukkan sejumlah foto, di antaranya termasuk gambar sekelompok pria yang telungkup di atas tanah dengan tangan di punggung. Laporan dari siaran itu menjelaskan kelompok tersebut sempat berpergian ke dekat Kota Chuao, negara bagian Aragua.
"Kelompok itu ditangkap oleh pasukan rakyat, para nelayan," sebut pembawa acara dalam siaran televisi tersebut.
Partai Sosialis Nomor 2 Diosdado Cabello mengunggah video, dengan pakaian serba hitam dan mengenakan balaklava, menarik seorang pria tak berpakaian dari helikopter. Pria itu diduga merupakan bagian dari mereka yang ditangkap.
"Tanpa ragu, kaum imperialis mengarahkan serangan itu ke tanah air kami," kata Cabello merujuk ke Pemerintah AS, di media sosial Twitter.
Baca Juga: Banyak Lagu Didi Kempot Soal Jogja, Ternyata Ini Alasan di Baliknya
Washington telah menetapkan sanksi ekonomi terhadap Venezuela guna menggulingkan Maduro. Pemerintah AS juga curiga Maduro mencurangi pemilihan umum pada 2018.
Pemerintahan Maduro mengatakan AS mengincar cadangan minyak Venezuela yang melimpah.
Seorang pejabat AS, yang meminta tidak disebutkan namanya, mengatakan pemerintah tidak terlibat dengan insiden itu. Sumber lain yang mengetahui masalah intelijen AS mengatakan lembaga pemerintah di Amerika Serikat tidak terlibat dengan aksi serangan militer di Venezuela.
Gubernur Aragua Rodolfo Marco lewat akun Twitter-nya mengunggah empat foto orang-orang yang ditahan dan ia mengatakan "penangkapan tentara bayaran ini dilakukan melalui aksi intelijen masyarakat dan unit kepolisian-militer sipil".
Gambar lain memperlihatkan beberapa pria tengkurap, sebagian dari mereka tidak mengenakan pakaian dan yang lain memakai celana pendek. Sebuah kendaraan polisi juga terlihat di lokasi tersebut yang dekat dengan pasar ikan.
Foto lain juga memperlihatkan gambar perahu nelayan.
Berita Terkait
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
-
Bek Amerika Serikat Emosional Cetak Gol Piala Dunia, Kenang Jejak Sang Ayah di Seattle
-
Weston McKennie Terkesima dengan Suporter usai Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Australia Kalah dari Amerika Serikat, Tony Popivic: Kami Terlihat Lesu, Kaki Terasa Berat
-
Pochettino Puas AS Kalahkan Australia, Sebut Timnya Dominan di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha