Suara.com - Acara yang bertema "Panggung Kahanan, Mositifi Covid-19", digelar seminggu tiga kali, di hari Senin, Rabu dan Jumat oleh para seniman Jawa Tengah (Jateng). Sebelumnya, mereka berlatih di rumah Dinas Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, yang disulap jadi ruang pertunjukan alternatif bagi para seniman selama Bulan Ramadan.
Kegiatan itu dimulai Senin (4/5/2020). Beragam pertunjukan disajikan tiga hari dalam seminggu dan disiarkan secara langsung di channel YouTube dan akun Facebook Ganjar Pranowo.
Ganjar menyebut, dibukanya rumah dinas sebagai salah satu ruang pertunjukan alternatif, agar para seniman tetap berkreasi di tengah pandemi.
"Awalnya saya ngobrol dengan para seniman. Saya berpikir, bagaimana nasib kawan-kawan? Ya sudah manggung saja, kita pentas live streaming. Nanti tempatnya di lapangan basket rumah dinas," kata Ganjar, Jateng, Senin (4/5/2020).
Untuk pertunjukan perdana ini, Konde, perupa asal Semarang mengawali aksi, kemudian ada kelompok musikalisasi puisi paradoks dari Kendal, kelompok tari dari Semarang, Adin Khoiruddin, Direktur Hysteria dan stand up komedi oleh Ipin.
Ganjar mengatakan, acara ini memiliki satu tujuan, yaitu agar seniman tetap berkreasi, tidak pernah patah hati dan tidak patah semangat. Ia menambahkan, beberapa kali ia diajak terlibat dalam acara-acara live oleh para seniman.
Ketika memasuki masa pandemi, merekatidak berhenti live streaming, tapi justru semakin intens. Akhirnya dia memutuskan menggelar hak serupa.
"Ini semuanya serba gotong royong dan spontan. Malah teman-teman artis nasional pengin diundang. Kayaknya sekali-kali bisa berkolaborasi agar menyemangati teman-teman untuk tetap berkarya," katanya
Untuk yang sedang nonton di rumah, kata Ganjar, "Kita tidak boleh mati langkah atau mati gaya. Karya, inovasi dan kreasi itu harus ditunjukkan ke seluruh medium yang ada."
Baca Juga: Mengenang Momen Ganjar Pranowo Duet Bareng Didi Kempot Nyanyi Pamer Bojo
"Dengan cara itu, semua orang bisa meniru cara kawan-kawan seniman yang mencoba untuk bertahan dan menghibur," katanya.
Pada kesempatan itu, Adin menyampaikan materi mensiasati pandemi.
"Beberapa minggu terakhir, saya banyak beraktivitas online. Kita mesti social distancing, karena di tengah pandemi, festival-festival tidak ada. Biasanya orang menggelar festival karena tidak ada waktu untuk mencari hiburan dan berkumpul, akhirnya festival jadi tujuan," katanya.
Tapi, lanjut Adin, ketika di tengah pandemi ini, seniman dipaksa mengubah perilaku dari manual ke digital. Dia mengibaratkan, kondisi saat ini sama halnya dengan masa pengumpulan tugas yang selesai ataupun tidak harus dikumpulkan.
Jika revolusi 4.0 adalah migrasi dari manual ke digital, pandemi mempercepat itu. Di saat kegelisahan menimpa semuanya, Ganjar justru menawarkan ruang kreatif.
"Beberapa waktu lalu, Afrizal Malna dan beberapa seniman lain telah menggelar pertunjukan online.
Berita Terkait
-
Tiga Vaksin COVID-19 yang Dikembangkan China Masuki Tahap Uji Klinis
-
Banyak Masalah, Fraksi PKS Minta Pemerintah Hentikan Program Kartu Prakerja
-
Palestina Perpanjang Status Darurat COVID-19 Hingga 5 Juni 2020
-
Wamen Budi Sebut RS BUMN Tiap Hari Tampung 50-60 Pasien Covid-19 Baru
-
Soal Herbal Corona Milik DPR, dr Erlina: Kalau Enggak Tau Jangan Diminum
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan