Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyatakan telah mengerahkan bantuan kepada warga terdampak krisis Covid-19.
Bantuan ini terdiri atas dua tahap, antara lain berupa paket sembako senilai Rp 300 ribu yang akan dibagikan dua kali dalam sebulan. Di DKI Jakarta sendiri, sudah ada 1,2 juta masyarakat miskin yang menerima bantuan ini.
Sementara itu, Pemerintah Pusat menargetkan 9 juta kepala keluarga (KK) mendapat bantuan langsung tunai (BLT). Mereka yang bakal menerima bantuan itu adalah warga yang terdampak Covid-19 di luar Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi).
Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan, nominal dalam skema bantuan itu adalah sebesar Rp 600 ribu per bulan. Pemberiannya akan dilakukan selama tiga bulan.
Lantas jika dihitung-hitung, cukupkah Rp 600 ribu per bulan untuk biaya hidup masyarakat Jabodetabek khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya?
Menyadur dari Lifepal yang baru-baru ini merilis hasil penghitungan, jika berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) saja, rata-rata biaya hidup masyarakat Indonesia per kapita adalah sekitar Rp 1,3 juta per bulannya.
Dari jumlah tersebut, rata-rata masyarakat menggunakan sekitar Rp 620 ribu untuk kebutuhan pokok makanan dan sebanyak Rp 729 ribu dialokasikan untuk kebutuhan non-pangan.
Jika dilihat berdasarkan dari angka BPS ini, jelas terbaca bahwa bantuan sebesar Rp 600 ribu rupiah per keluarga tidaklah cukup menanggung kebutuhan hidup.
Terlebih, perhitungan ini belum termasuk biaya kebutuhan per individu.
Baca Juga: Inter dan AC Milan Kembali Jalani Latihan dan 4 Berita Terkini Lainnya
Lalu jika dilihat dari rata-rata tingkat biaya hidup seluruh provinsi di Indonesia, hanya masyarakat di 14 provinsi yang mampu membiayai kebutuhan makan keluarga mereka dengan BLT senilai Rp 600 ribu. Perlu dicatat bahwa kecukupan angka ini juga masih belum termasuk biaya non-pangan yang berarti Rp 600 ribu tetap saja belum cukup.
Di Jawa Tengah misalnya, rerata biaya hidup untuk makan per bulannya hanya sekitar Rp 491 ribu. Namun, ini belum termasuk biaya kebutuhan non-pangan yang membutuhkan sekitar Rp 568 ribu per bulan.
Data ini adalah angka kebutuhan pangan terendah di antara provinsi lainnya di Indonesia, yang rata-rata butuh sekitar Rp 500-800 ribu untuk makan per keluarga sebulannya.
Sebelumnya, Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan bahwa ada 9 juta Kepala Keluarga yang ditargetkan untuk menerima program BLT ini.
"Bansos khusus lainnya adalah bansos yang kita berikan untuk warga terdampak di luar Jabodetabek yaitu bansos tunai atau dulu mungkin lebih dikenal sebagai bantuan langsung tunai, yang besarannya adalah Rp 600 ribu per KK per bulan selama 3 bulan. Targetnya adalah 9 juta KK," ujar Juliari dalam jumpa pers virtual, Jumat (8/5/2020).
Juliari menyebut, data 9 juta KK penerima BLT itu didapat dari pemerintah kabupaten dan pemerintah kota. Untuk itu, pihaknya berharap penerima bantuan bisa tepat sasaran.
Berita Terkait
-
Banyak PNS Dapat Bansos, Kantor Wali Nagari di Pessel Ditutup Paksa Warga
-
Tanpa Pengawasan DInkes, Pembagian BLT di Wates Abaikan Protokol Kesehatan
-
Viral Pembagian BLT di Wates Warga Berkerumun, Netizen Dibuat Geram
-
9 Juta KK di Luar Jabodetabek Bakal Dapat BLT Rp 600 Ribu per Bulan
-
Anggota DPRD Gresik Dapat BLT, Ngabalin Akui Data Bantuan Corona Berantakan
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
Pilihan
Terkini
-
Yusril Sebut Batas Kritik dan Hinaan di KUHP Baru Sudah Jelas
-
Update Terbaru Kompleks Haji Indonesia di Arab Saudi, Siap Meluncur Tahun Ini
-
Rugikan Negara Rp16,8 Triliun, Isa Rachmatarwata Dipenjara 1,5 Tahun
-
'Raja Bolos' di MK: Anwar Usman 113 Kali Absen Sidang, MKMK Cuma Kirim Surat Peringatan
-
4 WNA Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Kapal PT ASL Shipyard di Batam
-
AS Ancam 'Serang' Iran, Senator Sebut Rezim Teheran Mirip dengan Nazi
-
Anak Marah Gawainya Dilihat? Densus 88 Ungkap 6 Ciri Terpapar Ekstremisme Berbahaya
-
ART di Serang Nekat Jadikan Anak Majikan Jaminan Utang, Minta Tebusan Rp10,5 Juta
-
Kemenkes Minta Rp500 Miliar untuk Perbaikan Fasyankes dan Alat Medis Rusak Akibat Banjir Sumatra
-
Era Baru Main Roblox: Wajib Scan Wajah, Anak di Bawah Umur Auto Diblokir