"Amerika punya Simpson, kita orang punya Bajaj Bajuri," tulis @Vincent_Deus.
"The Simpson predict the future [gambar tak setuju], Bajaj Bajuri predict the future [gambar sepakat]," ujar @jenjablay menggunakan meme Drake.
Tapi apakah benar Bajaj Bajuri meramalkan virus corona 15 tahun yang lalu?
Ternyata, spekulasi tersebut hanya isapan jempol belaka alias tidak benar adanya.
Seorang pemilik akun Twitter Sora Tan atau @FioSorale membongkar fakta tentang viralnya ramalan Bajaj Bajuri.
Dalam sebuah komentar, ia meluruskan bahwa omongan virus berbahaya dari China di Sitkom Bajaj Bajuri bukan rekaman utuh.
"Kalau posting harus lengkap," cuitnya.
Nyatanya, saat itu para pemain tengah membicarakan virus SARS yang muncul di China pada 2002, bukan Covid-19. Kebetulan, gejala SARS saat itu serupa dengan penyakit Covid-19 yang kekinian ramai dibahas.
Lebih lanjut, dari hasil penelusuran Suara.com, video tersebut merupakan tayangan Bajaj Bajuri episode 205 dengan judul 'Katakan Saja Ogah Berpuasa'.
Baca Juga: Blak-blakan! Menlu Retno Bongkar Aksi Dubes Jepang Kirim Pesan Tengah Malam
Dalam tayangan itu, tokoh Ucup diduga terinfeksi SARS setelah berpura-pura sakit karena ogah berpuasa. Ia juga disebut menulari Emak (Nani Wijaya) yang tak lama mengalami demam tinggi.
Ucup lantas dijemput petugas medis untuk menjalani karantina di rumah sakit, akibat ulahnya.
Dari temuan tersebut, bisa dipastikan klaim yang menyebut Bajaj Bajuri meramalkan pandemi virus corona adalah salah.
Untuk diketahui, Bajaj Bajuri tayang sejak 2002-2007 di stasiun TransTV. Selama mengudara, Bajaj Bajuri menayangkan 1065 episode. Sitkom tersebut menjadi salah satu acara yang dikenang sampai sekarang.
Berita Terkait
-
Cerita Inspiratif - Desa Banyuanyar Smart Village yang Hidup dari Kearifan Lokal
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Di Antara Keriput dan Gelombang: Nelayan Tua yang Tak Berhenti Membaca Laut
-
Belajar dari Laut dan Masyarakat Pesisir: Bertahan, Beradaptasi, dan Menjaga Batas
-
Hidup Selaras dengan Laut: Nilai Ekologis dalam Tradisi dan Praktik Pesisir
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Program Makan Bergizi Gratis Tuai Pujian UNICEF: Jangkau 60 Juta Orang, Sasar Masa Depan Papua
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Sepihak, Pasien Gagal Ginjal Terkendala Cuci Darah: Ini Alasannya
-
Pakar Beberkan Alasan KPK Kehilangan Masa Keemasannya
-
Alarm Nasional! Siswa SMP Bom Molotov Sekolah, Komisi X Panggil Mendikdasmen Bahas Radikalisme
-
Amanah Bangsa Palestina di Balik Prabowo Boyong Indonesia ke BoP, Mengapa?
-
Kuasa Hukum Bupati Jember Beberkan Hak Finansial Wabup Capai Hampir Setengah Miliar
-
Pelaku Usaha Butuh Kepastian Regulasi, Para Pakar Ini Soroti Profesionalisme Penegakan Hukum
-
Prabowo Punya Rencana Mundur? Dino Patti Djalal Bocorkan Syarat Indonesia Gabung BoP
-
Niat Bersihkan Rumah Kosong, Warga Sleman Temukan Kerangka Manusia di Lantai Dua
-
Jakarta Diguyur Hujan dari Pagi Sampai Malam: Peta Sebaran Hujan Lengkap dari BMKG