Suara.com - Pemimpin Mayoritas Senat Amerika Seriakt, Mitch McConnell mengecam kritikan yang dilontarkan mantan Presiden Barack Obama. McConnell meminta Obama untuk tutup mulut.
Menyadur dari CNN, McConnell membalas kritikan Obama saat menghadiri siaran langsung kampanye Presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump, Senin (11/5/2020).
Sebelumnya, Barack Obama menyebut penanganan pandemi Covid-19 Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump terlihat kacau balau.
"Saya pikir kritik itu agak tidak berkelas, terus terang, untuk mengkritik pemerintahan yang berkuasa setelah dia," kata McConnell dikutip dari CNN, Selasa (12/5/2020).
"Kamu (Obama), sudah berada di sana (menjabat sebagai Presiden) selama delapan tahun. Saya rasa tradisi George Bush untuk tidak mengkritik presiden setelahmu adalah tradisi yang bagus."
Sebelumnya, Barack Obama juga menyerukan kepada anggota Asosiasi Alumni Obama bahwa tindakan pemerintah AS terhadap penanganan Covid-19 saat ini bisa menjadi pelajaran berharga.
Menurut Obama, penting suatu negara memiliki kepemimpinan yang kuat dalam pemerintahan dalam upaya menyelesaikan masalah krisis global.
Seruan Obama turut dimaksudkan agar mantan stafnya untuk menjadi lebih terlibat dalam mendukung kampanye calon presiden pesaing Donald Trump, Joe Biden.
"Itu adalah bagian dari alasan mengapa respons terhadap krisis global ini begitu lemah dan tidak teratur," kata Obama.
Baca Juga: Cekcok dengan Wartawan, Donald Trump Ngambek, Lontarkan Kalimat Rasis
"Ini (penanganan Covid-19) telah menjadi bencana yang sangat kacau ketika pola pikir itu--dari 'apa untungnya bagi saya' dan 'bergaul dengan orang lain'--ketika pola pikir itu dioperasionalkan di pemerinta," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan
-
Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel
-
Volume Kendaraan Arus Balik Membeludak, GT Purwomartani Kini Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB