Suara.com - Kisah pilu terjadi di Lingkungan Marranu, Kelurahan Pacongang, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang. Di kampung ini, ada tiga orang janda tua yang miskin luput dari bantuan pemerintah selama pandemi Covid-19.
Salah satu di antaranya, yakni wanita bernama Dg Cora (70). Dia mengaku belum tersentuh bantuan sejak merebaknya Corona.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Cora menjadi buruh curi pakaian atau cuci piring dari rumah ke rumah dengan upah Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per hari.
“Iye pak, tidak ada pi bantuan ini. Biasa kalau malam saya menagis sendiri, berpikir besok makan apa kodong. Kalau tidak ada orang panggil cuci piring, saya digaji Rp10 ribu, alhamdulillah,” katanya sepeti dilaporkan Kabarmakassar.com--jaringan Suara.com, Selasa (12/5/2020) kemarin.
Dia pun tak pernah nyaman tidur jika turun hujan. Rumahnya pasti bocor dan bikin jalanan becek.
“Kalau hujan becek Pak, atap rumah bocor semua. Ini rumah sendiri cuman tanah orang,” sambung janda dua anak ini.
Sementara itu, Hasna (65) yang tak lain tetangga DG Cora juga mengaku hal yang sama. Kata dia, selama ini tidak pernah ada bantuan apapun dari pemerintah.
“Hanya mengandalkan cuci piring dipenjual bakso yang upah Rp20 ribu,” kata Hasna.
Begitu juga dengan Rustima (63). Ia mengaku mengalami nasip yang sama.
Baca Juga: Sepi Polisi, Kawasan Jakarta Selatan Siang Ini Macet, Tak Berasa PSBB
“Saya ini sakit-sakitan tidak bisa bekerja, hanya mengandalkan bantuan dari anak,” kata Rustima.
Dikonfirmasi terpisah, Lurah Pacongang, Andika Rosi mengatakan pihaknya baru akan melakukan pendataan kepada warganya yang belum tersentuh bantuan.
“Iya Pak, kami sudah melakukan pendataan ada juga sementara berjalan pendataan, sambil menunggu bantuan datang. Karena baru bantuan sembako dari provinsi yang sudah kami salurkan,” kata Andika Rosi.
Ia berharap jika ada warga yang belum terdata untuk melapor ke kantornya agar bisa diverifikasi apakah terdaftar sebagai penerima bantua atau tidak.
“Kalau ada data Pak, untuk bisa bawa ke kantor agar kami bisa verifikasi,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
PSBB, Royal Enfield Perpanjang Periode Garansi Selama Tiga Bulan
-
Kelompok Usia 45 Tahun Bebas Beraktivitas, Fadli Zon: Potret Kepanikan
-
Perawat Berlagak Alami Gejala COVID-19 Agar Dites, Eh Hasilnya Positif
-
Berharap Dibebaskan, Napi di AS Sengaja Tertular Virus Corona
-
Warga Miskin Belum Dapat Bansos Corona, Jokowi: Ya Lapor ke RT
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Safari Politik DPR untuk Revisi UU Pemilu Bergulir, Putusan MK dan Ambang Batas Disorot
-
Siap-siap! KPK akan Lelang Barang Mewah Eks Wamenaker Noel, Ada Ducati Hingga Mobil BAIC
-
DPR Usul Motor Listrik Korupsi BGN Dihibahkan ke Guru Honorer: Biar Jadi Gesture Positif
-
Temuan SPPG Fiktif MBG di Hutan hingga Pemakaman, DPR Minta Usut Tuntas
-
Dosen UGM Soroti Ketua BEM UBK Kena Suap: Cara Busuk Pertahankan Kekuasaan
-
Perlu Diinvestigasi, Polri Didesak Ungkap Aktor Intelektual di Balik Suap BEM FH UBK
-
Guyon Prabowo Usai Bilang Endasmu di Depan Petani: Nanti Gue Dihajar Lagi, Emang Gue Pikirin!
-
Siasat Licik Taufik Hidayat: Klaim Yuvita Kecelakaan, Padahal Disiksa Sadis Bertahun-tahun!
-
Immanuel Ebenezer 'Noel' Resmi Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin, Jalani Vonis 4,5 Tahun
-
Tegaskan Program Tetap Lanjut, Pemerintah Buka Suara soal Kematian Dua Calon Pengelola Kopdes