Namun, spesialis etika data, Stephanie Hare, menekankan bahwa pertanyaan sebaiknya tidak diarahkan mengenai apakah metode-metode itu layak diterima, tetapi apakah metode-metode itu diperlukan.
"Korea Selatan adalah studi kasus yang sangat menarik dan kami ingin mempelajarinya," kata Hare.
"Kita juga harus bertanya kepada diri kita sendiri apakah ada contoh lain yang menunjukkan bahwa masyarakat tidak perlu melakukan itu. Faktanya, ada banyak sehingga kita juga bisa mencermati mereka."
Hare menyebutkan sejumlah negara Skandinavia dan Negara Bagian Kerala di India sebagai contoh tempat yang berhasil menekan virus corona tanpa menginvasi privasi warganya.
Perlu juga diingat bahwa kita mungkin berada pada tahap awal peperangan melawan Covid-19.
Dalam beberapa bulan ke depan, kita akan melihat banyak negara menerapkan teknologi baru dalam bentuk aplikasi pelacakan kontak melalui bluetooth selagi mereka keluar dari lockdown dengan penuh kewaspadaan.
Namun, ada kans bahwa aplikasi pelacakanentah itu tersentralisasi atau terdesentralisasitidak akan terbukti efektif sehingga bisa saja pemerintah-pemerintah mempertimbangkan untuk menerapkan taktik pengawasan massal secara paksa.
Berita Terkait
-
Kontroversi Youtuber Korsel Bae In-gyu, Ditemukan Tewas Jatuh dari Apartemen
-
Review The Price of Confession: Kisah Misteri Gelap Penjara Korea Selatan!
-
Mirip-mirip Kantor PSSI Era Jokdri, Kantor KFA Digerebek Polisi Usut Dugaan Nepotisme
-
TREASURE Resmi Jadi Brand Ambassador Chitato, Siapkan Beragam Aktivitas Seru untuk Fans
-
Kekalahan Memalukan Timnas Indonesia dari Vietnam Jadi Pembahasan Unik Media Korea
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Daftar Weton Tibo Ratu, Si Anak Emas Primbon Jawa yang Selalu Beruntung
-
Mobil Terjemur Terik Matahari, Bagian Apa yang Perlu Jadi Sorotan?
-
HyperOS 4 Resmi Meluncur! Desain Kaca Mewah dan AI-nya Bisa Tebak Pikiran Pengguna?
-
Menag Pimpin Doa di Sidang Tahunan MPR 2026: Lindungi Kami dari Fitnah dan Pengkhianatan
-
Jembatan Garuda Merah Putih di Way Bungur Jadi Harapan Baru Masyarakat
-
Belanja Pengadaan Pemerintah Tembus Rp1.193 Triliun, Jadi Motor Ekonomi Hijau
-
Jelang Pidato Prabowo, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.664.000/Gram
-
Viral Fasilitas Sampah KKN UMMI Sukabumi Hancur Dibongkar 2 Hari Usai Diresmikan
-
Bahan Bakar Alternatif SIG Naik 24%, Pangkas Konsumsi Batu Bara 467 Ribu Ton
-
Prabowo Mau Pidato, 103 Anggota Dewan Absen di Sidang Tahunan MPR