Namun, spesialis etika data, Stephanie Hare, menekankan bahwa pertanyaan sebaiknya tidak diarahkan mengenai apakah metode-metode itu layak diterima, tetapi apakah metode-metode itu diperlukan.
"Korea Selatan adalah studi kasus yang sangat menarik dan kami ingin mempelajarinya," kata Hare.
"Kita juga harus bertanya kepada diri kita sendiri apakah ada contoh lain yang menunjukkan bahwa masyarakat tidak perlu melakukan itu. Faktanya, ada banyak sehingga kita juga bisa mencermati mereka."
Hare menyebutkan sejumlah negara Skandinavia dan Negara Bagian Kerala di India sebagai contoh tempat yang berhasil menekan virus corona tanpa menginvasi privasi warganya.
Perlu juga diingat bahwa kita mungkin berada pada tahap awal peperangan melawan Covid-19.
Dalam beberapa bulan ke depan, kita akan melihat banyak negara menerapkan teknologi baru dalam bentuk aplikasi pelacakan kontak melalui bluetooth selagi mereka keluar dari lockdown dengan penuh kewaspadaan.
Namun, ada kans bahwa aplikasi pelacakanentah itu tersentralisasi atau terdesentralisasitidak akan terbukti efektif sehingga bisa saja pemerintah-pemerintah mempertimbangkan untuk menerapkan taktik pengawasan massal secara paksa.
Berita Terkait
-
Konser di Jakarta Makin Dekat, MONSTA X Sapa Hangat Fans dengan Bahasa Indonesia
-
Krisis Energi, Presiden Korsel Minta Warga Mandi Jangan Lama-lama, Cas HP Hanya Siang
-
Waduh! Siaran Gratis Piala Dunia 2026 Terancam Batal, Presiden Sampai Buka Suara
-
Baeksang Arts Awards ke-62 Umumkan Tanggal dan Penambahan Kategori Baru
-
Donald Trump Mencak-mencak Minta Dibantu di Selat Hormuz, Pejabat Korsel Masih Cuek Bebek
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Bau Busuk Tak Menghalangi, Ali Setia Berjualan di Pasar Induk Kramat Jati
-
Prajurit TNI Gugur Kena Serangan Israel, Komisi I Minta Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Lebanon
-
Polda Banten Bongkar TPPO Modus Open BO via Aplikasi, Dua Pelaku Ditangkap
-
Apa Itu UNIFIL? Pasukan Perdamaian PBB Digempur Israel Sampai TNI Gugur
-
Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Menumpuk hingga 6 Meter, Ini Penyebabnya
-
Cara Cerdas Australia Mati-matian Turunkan Harga BBM di saat Perang Iran, Agar Rakyat Tak Terbebani
-
Sidang Korupsi Chromebook Kembali Digelar, Nadiem Ngaku ke Hakim Baru Jalani Operasi Keempat
-
Cak Imin Sentil Jaksa soal Kasus Korupsi Videografer Amsal: Nilai Kreativitas Rp0, Sama Saja Dibunuh
-
Intip Wanita Pemandu Kereta Odong-odong di Toilet, ABG 18 Tahun Ditangkap
-
Rudal Iran Hantam Fasilitas Kimia Israel, Ancaman Gas Beracun Picu Kepanikan