Suara.com - Wakabareskrim Polri Irjen Pol Wahyu Hadiningrat mengatakan sejauh ini pihaknya telah membubarkan ratusan ribu kerumunan orang selama masa pandemi Covid-19. Warga berkerumun yang dibubarkan di daerah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Selain pembubaran, dengan jumlah hampir sama, kepolisian juga telah melakukan imbauan dalam rangka pencegahan penularan Covid-19.
"Kegiatan-kegiatan yang sudah kita lakukan, imbaun sudah dilakukan sebanyak 715.750 kegiatan. Kemudian pemburaan kerumanan 707.578 kegiatan," kata Wahyu saat rapat dengar pendapat dengan Timwas DPR secara virtual, Rabu (20/5/2020)
Diketahui selain kegiatan imbauan dan pembubaran, kepolisian juga melakukan 13 penindakan. Dengan demikian tercatat ada sebanyak 1.423.341 kegiatan yang dilakukan terkait penanganan Covid-19 dalam rentang waktu 19 Maret - 19 Mei 2020.
Adapun hasil dari penindakan tersebut ditetapkan sebanyak 65 tersangka dari berbagai kasus mulai pidana umum semisal melawan petugas, melanggar PSBB, kasus kekerasan terhadap perawat hingga kasus menyangkut ekonomi.
"Untuk ekonomi ada sembilan kegiatan. Memeperdagakan barang, menetapkan barang, ditetapkan barang dalam pengwasan di Kalteng, kemudian pencurian alkes, perdangan barang," ujar Wahyu.
Sebelumnya, kepolisian telah menenetapkan sebanyak 107 tersangka pelaku penyebaran berita bohong atau hoaks selama masa pandemi Covid-19.
Hal tersebut diketahui berdasarkan data kegiatan patroli siber yang dilakukan Satgas Siber. Adapun kegiatan patroli juga meliputi penindakan terhadap para pelaku hoaks.
"Kemudian patroli siber dengan jumlah kegiatan 9.062 kegiatan. Kemudian ada kegiatan take down akun dan penindakan 105. Jadi total 11.584 kegiatan dengan 107 tersangka," kata Wahyu.
Baca Juga: Update 20 Mei 2020: Total 839 WNI di Luar Negeri Terpapar Corona
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Pramono Anung: Pelayanan Publik Jakarta Tak Ikut WFH Tiap Jumat
-
Versi PBB, Israel Biang Kerok Prajurit TNI Gugur di Lebanon
-
Perang Iran Vs AS-Israel Terus Memanas, BEM SI Desak Program MBG Dievaluasi Tapi Jangan Disetop
-
Ambisi Perang AS-Zionis Bikin Rakyat Israel Sengsara, Muncul Seruan Gulingkan Netanyahu
-
Indonesia Marah Besar di PBB Setelah 3 Pasukan TNI Gugur Akibat Serangan Militer Israel
-
Mendagri Terbitkan SE, Atur Ketentuan Transformasi Budaya Kerja bagi ASN Pemda
-
Tak Semua ASN Bisa WFH, Ini Daftar Sektor Pelayanan Publik yang Tetap Wajib Masuk Kantor
-
Update Kasus TPKS Gedung DPP Bapera: Konfrontir Saksi Berujung Ricuh, Polisi Amankan Pelaku
-
WFH ASN Bukan Work From Anywhere, Kemenag Tegaskan Pegawai Harus Standby di Rumah
-
Indonesia Berduka Nama Personel UNIFIL yang Tewas Dibacakan Lantang di Depan Dewan Keamanan PBB