Suara.com - Beredar video di media sosial yang diduga berasal dari petugas keamanan saat memberi imbauan kepada warga yang berkerumun di sepanjang jalan.
Petugas yang berpatroli seolah menyindir para warga yang bandel dan tetap berkumpul.
Video ini diunggah oleh akun Twitter @Jogja24Jam pada Rabu (20/5/2020).
Dalam video berdurasi 23 detik itu, warga tampak tidak taat anjuran pemerintah untuk menjaga jarak aman guna memutus penyebaran virus corona Covid-19.
Beberapa di antara warga terlihat memakai masker. Namun mereka tidak menjaga jarak satu dengan yang lain.
Kerumunan warga ini diduga karena aktifitas jual beli yang meningkat menjelang lebaran.
Orang yang merekam video ini diduga adalah petugas di atas mobil patroli. Ia menyindir para warga memakai bahasa Jawa.
"Nggih monggo pak, pun monggo terserah, nggih mboten nopo-nopo, pun niki los mawon mboten sah wedi, monggo terserah sampean, pun penake piye, monggo los mawon. (Silahkan pak, terserah, silahkan enggak apa-apa, biarkan saja tidak usah takut, terserah kalian, enaknya bagaimana)" ujar orang yang merekam.
Warga tampak hanya melihat petugas yang berpatroli dan tidak membubarkan diri.
Baca Juga: Kecewa Berat, ABG Pengikut Bahar Smith: Habib Udah Dipindah ke Ujung Pulau
Video tersebut mendapatkan banyak respon warganet. Mereka juga sependapat dengan perkataan orang yang merekam video itu.
"Sebenarnya menyingung yang disingung gak pada paham," tulis @Nuralirohmad1.
"Udah capek memberitahu (bahkan dengan denda sekalipun), namun masyarakatnya membandel dan kian nekat abaikan aturan," komentar @KrishnaBanyuDh2.
"Wes pasrah, losske mawon boz," tulis @GedeRolas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui waktu dan tempat kejadian dalam video yang viral ini.
Berita Terkait
-
Indonesia Terserah Viral, Dokter: Kami Kadang Perlu Sedikit Pelampiasan
-
Viral Video Ibu-ibu Teriak Hancurkan PSBB, Publik: Kita Lihat Endingnya
-
Bandingkan Pasar dan Mal Boleh Buka, Ketua Komisi VIII: Masjid Juga Dong
-
Viral Warga Teriak Virus ke Perawat, Anak Disemprot Disinfektan
-
Warga Membludak di Pasar Anyar, Wawalkot Bogor: Banyak Toko Lain Tutup
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS
-
Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil
-
Tragis! Niat Cari Makan, Karyawan Laundry Tewas Tersambar KRL di Pancoran
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional
-
Perkuat Hak Saksi dan Korban, Komisi XIII DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU PSDK dengan 491 DIM
-
Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga
-
Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas
-
Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi