Suara.com - Postingan akun Facebook Agus S pada Senin, 18 Mei 2020 memuat informasi yang mengklaim bahwa Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut jika negara ingin maju dan berkembang, Pendidikan Agama Islam harus dihapus.
Informasi itu dibagikan ke grup Facebook Anies Baswedan For President 2024.
Akun Facebook Agus S juga menambahkan narasi, "Kita jangan diam dong".
Selain itu pada gambar yang dia unggah, terdapat foto Puan Maharani dengan narasi sebagai berikut.
"Puan: Jika Negara Ingin Maju Dan Berkembang, Pendidikan Agama Islam Harus Di Hapus!!"
Unggahan akun Facebook Agus S ini berasal dari operaind.blogspot.com.
Saat tangkapan layar diambil, postingan tersebut telah 137 kali dibagikan oleh warganet.
Benarkah Puan mengatakan jika negara ingin maju Pendidikan Agama Islam harus dihapus?
Penjelasan
Baca Juga: Kisah Heri, Petani Buah Tin di Wonosobo yang Meraup Untung Saat Pandemi
Berdasarkan penelusuran turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Rabu (20/5/2020), unggahan akun Facebook Agus S yang mengklaim Puan Maharani menyebut syarat jika ingin negara maju dan berkembang, pendidikan Agama Islam harus dihapus adalah klaim yang salah.
Ternyata, klaim yang salah ini sudah pernah beredar sebelumnya. Hoaks Lama Beredar Kembali (HLBK), menurut turnbackhoax.id.
Pada Desember 2018, ketika Puan yang masih menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, namanya pernah dicatut seolah-olah membuat pernyataan tersebut.
Sebenarnya, narasi itu merupakan tuduhan yang dialamatkan kepada Ketua Umum Yayasan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Siti Musdah Mulia. Musdah dituduh membuat pernyataan tersebut.
Namun dalam kesempatan terpisah, Musdah membantah memberikan pernyataan itu. Ia juga membantah satu partai dengan Puan, yakni PDI Perjuangan.
Laporan turnbackhoax.id pada Kamis 13 Desember 2018 lalu, menjelaskan bahwa hoaks ini berasal dari operaind.blogspot.com.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Benarkah Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta Bayar Rp 550 Ribu?
-
CEK FAKTA: Benarkah Wapres Sebut Nonton Konser Pahalanya Melebihi Puasa?
-
CEK FAKTA: Benarkah WHO Umumkan Pria Berpenis Besar Rentan Kena Covid-19?
-
CEK FAKTA: Benarkah Foto Jokowi Hadiri Konser Musik di Tengah Wabah Corona?
-
CEK FAKTA: Foto Jokowi Mau Jenius Seperti Saya Minum Ajinomoto, Benarkah?
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
Terkini
-
Kok Jadi Berantem? Trump Sebut Pemimpin Israel Lemah, Netanyahu Balas Begini
-
Siasat Pemudik Motor: Berangkat Malam Lewat Kalimalang Agar Tak Kepanasan dan Tetap Puasa
-
Arus Mudik Lebaran 2026: Bandara Soekarno-Hatta Berangkatkan 93.998 Penumpang pada H-5
-
Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Tembus 3,25 Juta, 72 Persen Kapasitas Sudah Terjual
-
KPK Amankan Bukti Chat Soal Pemerasan untuk THR Lebaran Bupati Cilacap
-
Operasional Hari Pertama, Ruas Fungsional Tol Prambanan-Purwomartani Dilintasi Ribuan Kendaraan
-
Drama Tas Berisi Rp23 Juta Tertinggal di Rest Area KM 116 A Tol Bakter, Pemilik Sempat Panik
-
Prabowo Dorong Percepatan Program Perumahan untuk Atasi Ketimpangan Sosial
-
Amnesty International Soroti Pernyataan Prabowo soal Pengamat, Ingatkan Bahaya Label Tidak Patriotik
-
Dukung Rencana Penghematan Prabowo, Legislator Golkar: Potong Gaji Pejabat Harus Terukur-Transparan