Suara.com - Ramadan tak terasa sudah di penghujung hari. Itu artinya umat muslim akan segera merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Meski begitu, umat muslim tetap dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah di akhir Ramadan.
Salah satunya dengan mengerjakan salat fardhu secara berjamaah. Selain itu bisa juga dilakukan dengan membaca Alquran, berdzikir, bersedekah dan berdoa.
Hal itu dilakukan guna melengkapi keutamaan di bulan suci penuh barokah yang sebentar lagi akan ditinggalkan sekaligus memohon agar kita bisa dipertemukan dengan Ramadan di tahun-tahun selanjutnya.
Dikutip dari Islami.co, Sabtu (23/5/2020), dalam riwayat Jabir bin Abdullah al-Anshari disebutkan bahwa Rasulullah SAW selalu mengingatkan untuk membaca doa di akhir Ramadan.
Adapun doa akhir Ramadan yang dibaca Rasulullah sebagai berikut.
Allahumma la taj'al akhiral'ahdi min shiyamina iyyahu, fain ja'altahu fa'jalni marhuma, wa la taj'alni mahruma.
Artinya: "Ya Allah janganlah Engkau jadikan bulan Ramadhan ini sebagai Ramadhan terakhir untuk kami berpuasa. Jika pun Engkau mentakdirkan ini Ramadhan terakhir, jadikanlah aku orang yang mendapat rahmat-Mu, jangan Engkau jadikan aku orang yang malang".
Kendati begitu, Islam membolehkan membaca doa apapun selama itu mengandung kebaikan saat penghujung Ramadan.
Baca Juga: Pengubur Jenazah Covid Minta Warga Taat Aturan: Kami Sudah Lelah
Keutamaan dan Amalan untuk Menghidupkan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan
Dikutip dari NU Online, Kitab Fathul Mu'in menyebut ada tiga amalan utama yang bisa dilakukan selama 10 hari terakhir bulan Ramadan.
Pertama, memperbanyak sedekah. Sedekah bisa berupa mencukupi kebutuhan keluarga, berbuat baik terhadap kerabat dan tetangga, juga bisa pula dengan memberi sumbangan. Terlebih di saat-saat melawan krisis pandemi virus corona seperti sekarang.
Kedua, memperbanyak membaca Al Quran. Seperti yang dikatakan Imam An Nawawi, membaca Al Quran di akhir malam lebih baik dibanding membaca di awal malam. Sedangkan membaca Al Quran yang paling baik di siang hari dilakukan setelah salat subuh.
Ketiga, Memperbanyak i'tikaf. I'tikaf adalah berdiam diri dengan banyak berdzikir di masjid. Namun di tengah kondisi pandemi seperti ini, sebagian ulama mazhab Syafi'i memperbolehkan untuk beri'tikaf di ruangan khusus beribadah di dalam rumah.
Selain untuk menguatkan iman kita, Guru Besar Universitas Indonesia Profesor H Dadang Hawari menyebut bahwa i'tikaf juga bermanfaat untuk kesehatan jasmani dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Ini karena pikiran kira menjadi tenang dan membuang pikiran-pikiran kalut.
Berita Terkait
-
Robert Alberts Minta Pemainnya Tak Makan Sembarangan saat Lebaran
-
Besok Lebaran, Warga Padati Pasar Kebayoran Lama saat PSBB
-
Tak Perlu Lihat Hilal, Pesantren di Jember Ini Gelar Idul Fitri Lebih Awal
-
40 Ucapan Selamat Idul Fitri 1441 H Terbaru, Termasuk Bahasa Inggris
-
Tak Beli Baju Baru? Ini 7 Referensi Mix and Match Baju Lama untuk Lebaran
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Bukan Salah Orang Tuamu, Memang Negara Belum Mampu Beri Terbaik
-
Rismon Desak Klarifikasi Jujur Usai Eggi Sudjana Disebut Minta Maaf dan Rangkul Jokowi di Solo
-
Bivitri Susanti Nilai Pilkada Tidak Langsung Berisiko Membuat Pemimpin Abai ke Rakyat
-
Fakta di Balik Siswa Sekolah Rakyat: 67 Persen dari Keluarga Berpenghasilan di Bawah Rp1 Juta
-
Pelapor Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Dipanggil Polda, Laporan Eggi Sudjana Dicabut?
-
Tok! Hakim Tolak Eksepsi Nadiem Makarim, Sidang Korupsi Chromebook Lanjut ke Pokok Perkara
-
Pakar: Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Salah Alamat, Ini Alasannya!
-
KPK Tetapkan Gus Yaqut Jadi Tersangka Kasis Kuota Haji, Maman PKB: Harus Diusut Tuntas
-
Soal Pandji Pragiwaksono Dipolisikan, Garin Nugroho Singgung Mental Kerdil Hadapi Kritik
-
Bareskrim Turunkan Tim ke Sumbar Bidik Tambang Emas Ilegal, Ada Aktor Besar yang Diincar?