Suara.com - William Jan (27), pemuda Taiwan cari pengasuhnya dari Indonesia mendapat petunjuk. Ia mendapatkan nama pengasuhnya yang telah hilang kontak selama 17 tahun.
Awalnya, William mengenal pengasuhnya dengan nama panggilan E-DAM. Namun setelah menemukan paspor E-DAM yang tertinggal, pemuda itu mendapatkan petunjuk penting.
"Karena E-DAM dikirim kembali ke China, pada saat itu, paspor E-DAM ditinggalkan di kamar kakak saya," kata William disadur Suara.com dari rti.org.tw, Kamis (4/6/2020).
Saat ditanya wartawan, apakah ada informasi penting di paspor pengasuhnya, William agak ragu.
"Saya tidak yakin apakah nama dan tanggal lahirnya benar, tetapi sidik jari di sana tidak boleh palsu," ucap pria yang telah berkeluarga tahun ini.
Ia menjelaskan bahwa paspor tersebut berisi nama lengkap pengasuhnya.
"Dia (E-DAM) memberi tahu saya bahwa namanya Sartem," kata William.
Kerinduan William kepada sosok pengasuhnya membuat pria itu selalu mengucapkan doa setiap dirinya ulang tahun agar bertemu Sartem.
BACA JUGA: Dulu Pisahnya Tinggalkan Luka, Pria Taiwan Cari Pengasuhnya dari Indonesia
Baca Juga: Baru Dibuka Anies Besok, Masjid Al Azhar Sudah Gelar Salat Berjemaah
William hanya memiliki dua foto dengan Sartem. Salah satunya ketika pengasuhnya sebelum kembali ke Indonesia.
Foto itu diambil oleh ibu teman sekelas William. Belum sempat foto itu dicetak, Sartem sudah lebih dulu pulang ke Indonesia tanpa sepengatahuan William.
Ia tidak punya kesempatan memberikan foto tersebut kepada Sartem.
Lalu pada Hari Ibu, William mengunggah dua foto Facebook dan menulis harapannya bertemu dengan pengasuhnya.
Kesedihan atas perpisahan dengan Sartem, membuat William tidak ingin anak-anaknya kelak diasuh oleh seseorang. Ia pun membuat kesepakatan dengan istrinya.
"Saya mengatakan kepada istri saya bahwa kami tidak akan menyewa pengasuh anak di masa depan, karena saya tidak ingin anak saya memiliki trauma seperti saya," ucap William.
Berita Terkait
-
Sakitnya Ditinggal Tanpa Pamit, Pria Taiwan Cari Pengasuhnya dari Indonesia
-
Dulu Pisahnya Tinggalkan Luka, Pria Taiwan Cari Pengasuhnya dari Indonesia
-
Pemuda Taiwan Cari Pengasuhnya yang dari Indonesia, Hilang Kontak 17 Tahun
-
Viral Gadis Taipei Cari Pengasuhnya dari Indonesia, Ini Kelanjutan Kisahnya
-
Surat Gadis Taipei kepada Pengasuhnya dari Indonesia: Dia Seperti Ibu Kedua
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Jakarta Darurat Lapangan Padel 'Bodong', 185 Bangunan Tak Berizin Terancam Ditertibkan Satpol PP
-
Vonis Korupsi Tata Kelola Minyak: Eks Dirut Pertamina International Shipping Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun