Suara.com - Ketua DPRD Pasaman Barat (Pasbar) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Parizal Hafni dilaporkan ke polisi lantaran diduga menyebarkan hoaks gambar Puan Maharani melalui aplikasi perpesanan WhatsApp. Pelaporan tersebut dilakukan oleh Ketua Pengurus Anak Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PAC PDIP) Kecamatan Lembah Melintang Randi Wisata.
Saat dikonfirmasi, Polisi Resor (Polres) Pasbar membenarkan laporan tersebut.
"Benar, ada laporan terkait dugaan penyebaran gambar atau foto hoaks Puan Maharani dan sudah diterima Reskrim Polres Pasaman Barat," sebut Kasubag Humas Polres Pasbar AKP Defrizal seperti dilansir Klikpositif.com-jaringan Suara.com pada Jumat (5/6/2020) siang.
Pihak kepolisian, kata Defrizal, saat ini sedang mendalami laporan terhadap Parizal Hafni yang juga menjabat sebagai.
"Kami sedang mendalami, untuk perkembangan selanjut nya akan kita sampaikan," katanya.
Penyebaran foto hoaks Puan Maharani terjadi melalui WhatsApp Group (WAG) Tim Cegah Covid-19 GUNTUL yang diduga disebar Parizal Hafni pada Senin (1/6/2020) sekira pukul 22.36 WIB.
Sebelumnya, pelapor mengatakan, foto atau gambar itu disebarkan di group media sosial WhatsApp Tim Cegah Covid-19 GUNTUL.
Ia menjelaskan, Ketua DPRD Pasbar diduga telah menyebarkan berita hoaks dengan memposting gambar atau foto Puan Maharani yang bertuliskan, "Puan: Jika Negara Ingin Maju Dan Berkembang Pendidikan Agama Harus Di Hapus!!".
Selain itu, dalam postingan gambar juga bertuliskan, "Cukup Viral kan Ini dan Dikopi Kasikan ke Rakyat Plosok Plosok Desa Insya Allah".
Baca Juga: Usai Makan Ikan Tongkol, Lebih dari 50 Orang Warga Pasaman Barat Keracunan
"Begitu isi postingan Parizal Hafni pada Senin 1 Juni 2020 lalu, pukul 22.36 WIB di group whatsapp Tim Cegah Covid-19 GUNTUL," ujar Randi.
Randi menilai, penyebaran berita bohong tersebut sudah dinilai meresahkan dan menghina salah satu pimpinan PDIP yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI.
"Jangan sampai berita hoaks itu berkembang dan menjadi isu sara ditengah-tengah masyarakat. Satu lagi, kami menjaga harga diri partai kami dan kami merasa telah dirugikan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat
-
Kecewa Tak Ditemui Kapolri, BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lebih Besar