Suara.com - Sejumlah RW di Kelurahan Pluit, Jakarta Utara masih terendam air buntut banjir rob yang terjadi sejak Jumat (5/6/2020) lalu. Imbasnya, sebagian warga mengungsi di dua lokasi, yakni Rumah Panti dan Masjid At-Taufiqul Mubarok.
Kami mengunjungi lokasi pengungsian yang berada di Masjid At-Taufiqul Mubarok yang berlokasi di Jalan Krapu III, Pluit, Jakarta Utara Senin 8/6/2020) siang. Untuk menuju masjid tersebut, kami harus melewati Jalan Krapu I yang berada di depan perkampungan.
Hanya saja, untuk menuju ke lokasi tersebut harus ditempuh dengan berjalan kaki. Sebab, genangan air yang mencapai paha orang dewasa menyulitkan kendaraan seperti sepeda motor untuk melintas.
Riswanto (35), perantau asal Makassar, Sulawesi Selatan, sudah berada di Masjid At-Taufiqul Mubarok sejak hari Jumat. Rumah kontrakannya yang berlokasi di RT. 01 RW. 21, Pluit, terendam air dengan ketinggian hampir satu meter.
"Ini ngungsi terdampak banjir rob air laut pasang dari hari Jumat. Nah pas hari Sabtu Ketinggian air hampir satu meter," kata Riswanto.
Di lokasi pengungsian, Riswanto tinggal bersama Sherly Afriani (34), istrinya. Dua anak perempuannya yang berusia 12 tahun dan 3 tahun juga diboyong ke lokasi pengungsian.
Pria yang bekerja pada sebuah proyek pembangunan di Jakarta Utara itu memilih bertahan di Masjid At-Taufiqul Mubarok lantaran air yang menggenang mengeluarkan aroma tidak sedap. Selain itu, rumah kontrakannya kini banyak nyamuk akibat air kotor yang menggenang.
"Sudah nggak tinggal di rumah lagi, airnya bau sekali, hitam, banyak nyamuk di kontrakan," katanya.
Riswanto mengakui, ketinggian air sempat surut pada Minggu (7/6/2020) malam. Hanya saja, sejak pagi tadi ketinggian air kembali naik.
Baca Juga: Banjir Rob di Pluit, Warga Masih Mengungusi
"Ketinggian air hampir 1 meter dari malam Sabtu. Semalam sempat surut, pas subuh naik lagi," beber Riswanto.
Kekinian Riswanto dan keluarganya masih kebingungan untuk berkegiatan. Mereka saat ini hanya berada di lokasi pengungsian lantaran sudah tidak bisa berbuat banyak, perabotan rumahnya sudah terendam air rob.
"Iya kena semua. TV rusak, kasur basah semua. Di pengungsian dari malam Sabtu," tutupnya.
Merujuk pada data milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) DKI Jakarta, sebanyak 30 Kepala Keluarga yang terdiri dari 120 jiwa masih mengungsi. Total ada dua tempat pengungsian, yakni Masjid At-Taufiqul Mubarok dan Rumah Panti.
"Update info banjir 8 Juni 2020 pukul 09.00 WIB, pengungsi ada 30 KK yang terdiri dari 120 jiwa," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) M Insyaf dalam keterangan tertulisnya.
Insyaf menerangkan, ada 3 RW yang terdampak banjir rob. Ketinggian air berkisar antara 10 hingga 30 centimeter akibat rob.
Berita Terkait
-
Banjir Rob di Pluit, Warga Masih Mengungusi
-
Kompleks Mutiara Pluit Banjir Rob, Wartawan Dilarang Meliput
-
Tertidur Pulas di Genangan Air, Pria Mabuk Sempat Bangun Tapi Tidur Lagi
-
Banjir Rob Penjaringan, Tanggul Jebol Ditambal Tumpukan Karung dan Batu
-
Viral! Pria Mabuk Tidur Pulas di Genangan Banjir Jakarta
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026