Suara.com - Salip Inggris, Brasil kini tercatat sebagai negara dengan jumlah kematian tertinggi kedua di dunia akibat pandemi COVID-19.
Menurut data Kementerian Kesehatan Brazil yang dikutip Antara dari Xinhua, Sabtu (13/6/2020), terkonfirmasi sebanyak 909 kematian baru dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian, total angka kematian di Brasil akibat corona saat ini mencapai 41.828 orang. Lebih banyak dari Inggris yang saat ini mencatat 41.566 kematian akibat COVID-19.
Selama periode yang sama, jumlah infeksi COVID-19 Brazil naik sebanyak 25.982 menjadi 828.810 kasus. Angka tersebut memosisikan Brasil sebagai negara dengan beban kasus tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat, yang melaporkan lebih dari dua juta kasus, menurut data Universitas Johns Hopkins.
Brasil pertama kali mengonfirmasi kasus virus corona, yang dilaporkan muncul di China akhir tahun lalu, pada 26 Februari.
Sementara itu di lonjakan kasus COVID-19 terus terjadi di India. Sabtu (13/6/2020), India mencatatkan penambahan kasus hingga 11.458 dalam satu hari.
Dengan demikian, menurut data kementerian kesehatan federal negara itu, total kasus COVID-19 terkonfirmasi di India saat ini lebih dari 300.000.
India adalah negara yang terkena dampak terburuk keempat di dunia, setelah melampaui Inggris pada hari Jumat (11/6/2020).
Kasus yang dikonfirmasi di negara bagian Maharashtra Barat, yang paling parah dilanda pandemi, bergerak melampaui angka 100.000.
Ibukota India, New Delhi, di mana sistem kesehatan juga telah terguncang mencatat lebih 2.000 kasus baru.
Baca Juga: Soal Matematika Berumur Setengah Abad Dipecahkan oleh Mahasiswi Ini
Meski kasus baru terus meningkat, jumlah pasien sembuh juga bertambah. Dikutip dari Worldometers.info, 13 Juni, sebanyak 154.000 pasien di India berhasil disembuhkan.
Dengan demikian, India kini memiliki kasus aktif sebanyak 145.779 dan kasus kematian sebanyak 8.884 jiwa.
Berita Terkait
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran
-
Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?
-
Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Rudal Iran Tembus Kota Nuklir Dimona, Pertahanan Udara Israel Makin Dipertanyakan
-
Hanya Berlaku Hari Ini, Tarif MRT Jakarta Dibanderol Rp243
-
Kiamat Sudah Dekat Kalau Amerika Nekat Buka Paksa Selat Hormuz Iran
-
MRT Berlakukan Tarif Rp243 Bagi Pelanggan Khusus Hari Ini, Berikut Persyaratannya
-
Siasat Licin Iran Perpanjang Napas Perang Usai Mojtaba Khamenei Menghilang
-
Baru Ancam Lebanon, Presiden Israel Kocar-kacir Dihantam Rudal
-
BPH Migas Pastikan BBM Aman di Tol Padaleunyi Jelang Puncak Arus Balik 2026
-
Studi: Industri Migas Tinggalkan Citra Energi Bersih, Kini Tekankan Ketergantungan Energi Fosil
-
Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK Usai Tahanan Rumah: Alhamdulillah, Sempat Sungkem ke Ibu Saya
-
Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran