Suara.com - Video driver ojol cuma dapat satu orderan tapi anak minta es krim viral di Twitter.
Video viral ini pun membuat banyak warganet terharu.
Video driver ojek online (ojol) yang sukses bikin mewek ini dibagikan oleh pengguna Twitter dengan akun @papahozol, Minggu (14/6/2020).
Dalam video TikTok yang beredar, menggambarkan sosok sopir ojol yang tengah dilanda kegalauan.
Sopir ojol tersebut diterangkan hanya mendapat satu orderan meski sudah bekerja hingga sore menjelang malam.
Tak berselang lama, ia mendapatkan pesan WhatsApp dari sang istri yang mengabarkan kalau anak mereka minta dibelikan es krim.
Enggan menolak permintaan buah hatinya, sopir ojol bergegas menuju minimarket untuk membeli es krim. Setelah itu, ia pulang ke rumah.
Setibanya di rumah, sopir ojol tampak membersihkan tangannya terlebih dahulu sebelum memberikan es krim kepada anaknya.
Putri sopir ojol pun tampak tersenyum melihat sang ayah membawakan es krim permintaannya. Saking bahagianya, bocah kecil itu sampai berjingkrak.
Baca Juga: Viral Daftar Impian Anak 7 Tahun, Dibawa Tiap Salat: Pengin Rumah Unicorn
Walhasil, perasaan pilu sopir ojol yang hanya mendapat satu orderan terbayar lunas setelah melihat sang buah hati menikmati es krim pemberiannya.
"Melihat dia makan belepotan gini, capek kerja langsung hilang," tulis sopir ojol dalam video.
Kontan saja, kisah sopir ojol tersebut menarik perhatian warganet. Banyak yang mengaku terharu setelah melihat videonya.
"Siapa yang naro bawang di sini. Semangat bang, Tuhan bersama orang-orang yang mencari rezeki," kata @arez_jan***.
"Ternyata gini ya Pov ayah, rela beliin apapun yang anaknya pengen (emoji menangis). Makasih ya om sudah menampar akun yang gatau cara bersyukur ini. Semengat terus ngojeknya, semoga dilancarkan rezekinya, dicukupkan segala kebutuhannya. Aaamin," timpal @septians***.
"Mengandung bawang (emoji menangis). Semoga dilancarkan rezekinya ya pak. Aaamiin," tilis @xsatanlil***.
Berita Terkait
-
Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya
-
Sempat Jadi Pemulung, Fikri Temukan Kehidupan Baru di Sekolah Rakyat
-
'Nasionalisasi Aplikator Ojol', Dasco: Potongan Kawan-kawan Driver Diturunkan
-
Curhat Driver Ojol di May Day 2026: Potongan Ganda Bikin Penghasilan Tergerus hingga 40 Persen
-
Ojol Desak Prabowo Terbitkan Perpres, Tuntut Skema Bagi Hasil 90:10 di May Day
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Sama-sama di KPK, Gus Yaqut Kirim Salam untuk Mensos Gus Ipul Sebelum Kembali ke Rutan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Anggota DPR Minta Hukuman Maksimal untuk Pengasuh Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi
-
Kebakaran Rumah di Tanjung Barat, Satu Orang Meninggal Dunia: Diketahui Anggota BPK
-
Ahli: Virus Hanta di Kapal MV Hondius Tidak Berisiko Menjadi Pandemi Baru Seperti Wabah COVID-19
-
Tersangka Kasus Pencabulan di Pati Ditangkap, Menteri PPPA: Tak Bisa Diselesaikan Damai!
-
WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru
-
Tersangka Pencabulan Santriwati di Ponpes Pati Sempat Kabur, Menteri PPPA Desak Penahanan